Very Yudha • Jan 26 2026 • 132 Dilihat

Produksi: Genta Buana Pitaloka
Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meilia, Jill Carissa, Yuni Sulistyowati, Chairil J.M, Fitria Anwar, Irman F.R Heryana Lilis Sugandha, Anika Hakim, Choky Andriano, Rizal Muhaimin, Lyra Virna
Sutradara: Dasri Yacob
Tahun: 2000
Kisah ini mengangkat lanjutan konflik politik dan moral yang terjadi pasca kesalahpahaman di Kerajaan Simbarmanyura, tepatnya antara Prabu Pancatyana dengan Patih Kalamurka beserta pengikutnya: Nyai Durgandini, Syudawirat, dan Lokahita. Penolakan sang raja terhadap rencana penyerangan ke Kerajaan Malwapati menjadi titik awal perpecahan yang berujung pada pengkhianatan dan rangkaian niat jahat.
Patih Kalamurka digambarkan sebagai tokoh antagonis dengan dendam yang membara. Ia menolak anggapan bahwa Simbarmanyura berada di bawah bayang-bayang Malwapati. Demi membuktikan ambisinya, Kalamurka menyusup ke Malwapati dengan penyamaran licik sebagai saudagar kaya. Rencana jahat pun disusun: menculik Dewi Kusumagandhawati, calon istri Maha Patih Batik Madrim, dengan memanfaatkan ilmu malih rupa.
Sementara itu, di sisi lain cerita, Nyai Durgandini, Syudawirat, dan Lokahita juga merancang kejahatan serupa dengan target berbeda, yakni Putra Mahkota Malwapati, Angling Kusuma. Namun rencana awal mereka gagal lantaran sang putra sedang berada di Kerajaan Bojanegara bersama ibunya, Dewi Sekarwangi. Tanpa ragu, mereka melanjutkan pengejaran ke Bojanegara.
Adegan penculikan di alun-alun Bojanegara menjadi salah satu momen paling dramatis. Di tengah kegiatan sosial Angling Kusuma yang sedang membagikan sembako kepada rakyat, Syudawirat kembali menggunakan ilmu penyamarannya. Dengan wajah Angling Dharma, ia berhasil membawa sang pangeran pergi. Peristiwa ini disaksikan langsung oleh Dewi Sekarwangi dan sang kakek, yang segera mengirim kabar kepada Prabu Angling Dharma.
Konflik mencapai puncaknya ketika Angling Dharma menerima surat misterius yang menantangnya datang sendirian ke hutan timur Bojanegara. Dengan penuh keberanian, ia berangkat bersama Dewi Sekarwangi tanpa pengawalan pasukan. Di sanalah Angling Dharma dihadapkan pada perjanjian kejam: nyawa ditukar dengan keselamatan putranya.
Namun, ketegangan tersebut terurai dengan kemunculan tokoh-tokoh penolong seperti Suliwa, Dewi Sintawati, dan pendekar perempuan Arum Kemangi. Ketika para penculik lengah, mereka berhasil menyelamatkan Angling Kusuma. Pertarungan pun tak terelakkan. Angling Dharma mampu membebaskan diri dan mengalahkan Durgandini serta Syudawirat, yang akhirnya memilih melarikan diri.
Cerita ini menyuguhkan pesan moral yang kuat: niat jahat, secerdik apa pun dirancang, tidak akan pernah menang melawan kebenaran. Kejujuran, keberanian, dan sikap saling tolong-menolong menjadi nilai utama yang ditanamkan dalam alur cerita. Sebuah refleksi sosial bahwa keharmonisan dan keberkahan hidup hanya dapat dicapai dengan saling menghormati dan menjunjung nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ada yang selalu terasa sedikit menegangkan dari ruang tamu saat Lebaran: bukan karena kursinya kuran...
Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...
Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D., Suzanna Mei...
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...

Belum ada komentar.