Saat terik matahari telah menampak diri
Ragaku terkoyak akan gejolak yang tiada henti
Jiwa yang seakan penuh gairah akan berbagai wacana aksi
Sebuah harapan membara akan hilangnya dera nestapa sang ksatria tanpa gelar
Turut menyuburkan bumi tapi tak diakui
Pengorbanan yang tiada henti namun dunia bungkam tak berkutik
Aku yang tak henti-hentinya bertanya
Mana semboyan yang katanya setara dan sama?
Mana pembuktian yang dilakukan atas pengakuan?
Sungguh picik!
Berbagai kata hanya terlontar sebagai ilusi penenang isu kekerasan
Dusta telah terlalu lama mengonstruksi pola pikir
Sepersekian abad diciptakan bersama tetapi menopang menindih
Stigma dan statement yang melekat seolah semakin menggila
Kami hanya ingin benar-benar merdeka
Turut andil menjadi bagian atas peran penting diantara pergaulatan keemasan dunia
Tak hanya tokoh yang selalu bersembunyi dibalik tabir
Kini saatnya kami berdiri diantara kesejajaran posisi
Merentas kebohongan atas tipu daya patriarki
Mendobrak perwujudan keadilan tak berbatas
Demi citra diri yang terus tegak berdikari
Belum ada komentar.