AveSticker

Kuyank, Mistisme dan Kisah Pengorbanan Seorang Perempuan

Feb 08 202654 Dilihat

Produksi: Dari Hati Film Entertainment
Pemain: Rio Dewanto, Putri Intan Kasela, Ochi Rosdiana, Jolene Marie, Barry Prima, Dayu Wijanto, Ananda George, Betari Ayu, Hazman Al Idrus, Ellizabeth Christine
Sutradara: Johansyah Jumberan
Tahun: 2026

Film Kuyank merupakan prequel dari film Saranjana: Kota Ghaib tahun 2023. Film ini menyuguhkan kearifan lokal dan cerita rakyat dari Pulau Kalimantan yang dibalut dengan nuansa mistis, menjadi kekuatan dalam memperluas horor berbasis mitologi Indonesia. Karya terbaru dari sutradara Johansyah Jumberan ini membuka cerita jauh sebelum gerbang kota ghaib Saranjana. Latar belakangnya mengenai konflik batin manusia akibat tekanan sosial lingkungan masyarakat, serta rasa cinta yang terpojok oleh impian dan harapan.

Cerita mengangkat kehidupan sederhana keluarga Rusmiati yang diperankan oleh Putri Intan Kasela, yang tinggal bersama kakaknya karena kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Kehidupan masyarakat desa Kalimantan Selatan yang berhimpitan langsung dengan sungai luas yang membentang menjadi latar film yang sering muncul.

Sepeninggal orang tuanya, Rusmiati hidup bersama sang kakak bernama Utuh Ompung yang diperankan oleh Barry Prima di sebuah rumah apung. Kehidupan sehari-hari Rusmiati selalu berkaitan dengan kisah asmaranya, hingga ia bertemu dengan Badri, seorang atlet dayung dari keluarga terpandang pengusaha emas di desanya. Mereka bertemu dalam sebuah ajang dayung, dan pada pandangan pertama, rasa cinta pun muncul hingga membuat Badri ingin melamarnya.

Pelan-pelan kisah Badri diketahui oleh orang tuanya, lalu mereka meminta sang ibu untuk melamar Rusmiati. Ibu Badri kemudian datang ke rumah Rusmiati dan bertemu dengan Utuh Ompung beserta istrinya, dengan maksud agar Rusmiati mau menerima Badri sebagai suami. Utuh Ompung dan istrinya menyetujui lamaran tersebut dengan mahar yang diinginkan Rusmiati, dan pernikahan pun berhasil dilangsungkan dengan penuh khidmat.

Pasca menikah, kehidupan mereka berlangsung romantis dalam balutan kisah sederhana masyarakat desa. Rusmiati sangat mencintai Badri, begitu pula sebaliknya. Orang tua Badri juga berbahagia dan berharap segera mendapatkan momongan dari Rusmiati. Setiap hari, sang mertua memberikan jamu sebagai salah satu usaha agar segera mendapatkan keturunan.

Suatu ketika, orang tua Badri datang kepada seorang orang pintar, yakni paranormal, untuk menanyakan kondisi anak dan menantunya. Orang pintar tersebut memberikan pernyataan yang cukup mengagetkan. Berdasarkan tanggal kelahiran Rusmiati dan Badri, keduanya dianggap sangat bertentangan dan jika disatukan akan sering terjadi bencana. Hal tersebut membuat orang tua Badri bingung dan resah, hingga perlahan menimbulkan kemarahan.

Kejadian yang tidak diduga pun muncul. Orang tua Badri mengajak Rusmiati berbicara mengenai kondisi rumah tangganya yang hingga saat ini belum juga dikaruniai momongan. Ibu Badri berucap akan mencarikan perempuan lain dan menyuruh Badri meninggalkan Rusmiati. Tanpa banyak kata, Rusmiati masuk ke kamar dan merenung sambil meluapkan isak tangis, menyalahkan dirinya karena merasa tidak sempurna di mata mertua.

Badri yang mengetahui kejadian tersebut berusaha menenangkan Rusmiati serta meminta maaf atas tindakan ibunya. Rusmiati bimbang dan bermaksud mencari jalan keluar dengan pulang ke rumah kakaknya, Utuh Ompung, untuk menenangkan diri serta meminta saran dalam mengarungi biduk rumah tangganya.

Seminggu kemudian, orang tua Badri bermaksud mengenalkan Badri dengan Fauziah, perempuan cantik dan tersohor, anak dari pengusaha terkenal di kota. Orang tua Fauziah merupakan teman bisnis orang tua Badri. Rusmiati lambat laun mengetahui perkenalan tersebut. Sakit hati yang hancur berkeping-keping itulah yang dirasakan Rusmiati.

Rusmiati lari dari rumah Utuh Ompung, dengan rasa cinta kepada Badri yang berubah menjadi dendam. Jalan pintas yang diambil Rusmiati adalah mencari seseorang yang sedang menjalankan ritual menjadi kuyank, dengan olesan minyak di leher Rusmiati. Tujuannya agar tetap awet muda, terlihat cantik, dan Badri kembali mencintainya. Rusmiati pun kembali ke rumah, dan ternyata benar Badri tetap cinta serta menyanjung kecantikannya.

Namun Rusmiati harus menjadi kuyank, yang setiap malam mencari bayi yang baru lahir untuk dihisap darahnya demi menuntaskan ritual tersebut. Lambat laun, warga desa mengetahui kejadian gaduh yang disebabkan oleh kuyank. Salah satu warga melacak bahwa Rusmiati adalah pelakunya, ditandai dengan adanya bekas di leher sebagai ciri kuyank yang berwujud manusia.

Warga berbondong-bondong datang ke rumah Rusmiati untuk membakarnya. Badri dengan sigap menolong Rusmiati untuk melarikan diri menggunakan sebuah gentong yang dapat mengapung di perairan. Namun naas, Badri meninggal akibat kebakaran dan tidak berhasil menyelamatkan diri.

Kisah film di atas menyiratkan pesan bahwa setiap hubungan yang dijalin seyogianya dibalut dengan sikap kejujuran dan komunikasi yang terbuka. Upaya untuk menceritakan kondisi yang terjadi sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan kecemburuan yang dapat memicu kemarahan serta mendorong seseorang melakukan tindakan di luar nalar. Komunikasi menjadi landasan dalam mengarungi bahtera rumah tangga; meskipun di tengah jalan terdapat gejolak, komunikasi dapat meminimalkan terjadinya hal-hal yang tidak terduga.

Share to

Pantang lari dari gelanggang corong palayu

Topik Terkait

Kafir Gerbang Sukma, Pengorbanan Ibu Dia...

by Feb 06 2026

Produksi: Kharisma Starvision Plus Pemain: Nadya Arina, Putri Ayudya, Rangga Azof, Sujiwo Tedjo, Ind...

https://www.mvpworld.com/mvp-press-releases-id/gala-premiere-film-sengkolo-petaka-satu-suro-angkat-kisah-teror-dan-pengorbanan

Sengkolo: Petaka Satu Suro, Antara Tumba...

by Feb 03 2026

Produksi: MVP Pictures Pemain: Aulia Sarah, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Cindy Nirmala, Ence Bagus,...

Resensi Film Esok Tanpa Ibu

by Feb 01 2026

Produksi: BASE Entertainment dan Beacon Film, Pemain: Ringgo Agus Rahman, Dian Sastro Wardoyo, Ali F...

Pemberontakan Pangeran Magora (Angling D...

by Jan 30 2026

Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...

Gugurnya Patih Kalamurka (Angling Dharma...

by Jan 28 2026

Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...

Alas Roban: Teror Jalan Pantura dan Peng...

by Jan 27 2026

Produksi: Unlimited Production Pemain: Pemain Utama: Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Taskya Namya, Im...

  • Raja_Warsa says:

    Menarik resensi filmnya! Padahal setahu saya, sebagai penduduk Borneo. Lebih mistis pengalaman di Averroes, ketimbang belantara hutan maupun samudera. Lebih asyik lagi jika dituliskan, sebagai kisah-kisah misteri Averroes. Tabek 🙏!!!

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top