Very Yudha • Jan 28 2026 • 25 Dilihat

Produksi: Genta Buana Pitaloka
Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meilia, Jill Carissa, Yuni Sulistyowati, Chairil J.M, Fitria Anwar, Irman F.R Heryana Lilis Sugandha, Anika Hakim, Choky Andriano, Rizal Muhaimin, Lyra Virna
Sutradara: Dasri Yacob
Tahun: 2000
Cerita ini melanjutkan konflik epik pasca kekalahan Nyai Durgandini, Syudawirat, dan Lokahita dari Prabu Angling Dharma. Setelah gagal menculik Angling Kusuma, ketiganya melarikan diri dalam kondisi terluka. Durgandini mengalami luka parah akibat adu kanuragan dengan Suliwa, sementara Syudawirat juga menderita cedera serius. Kekalahan tersebut menjadi bukti bahwa niat jahat yang dilandasi dendam tidak pernah berujung pada kemenangan.
Di sisi lain, Kerajaan Simbarmanyura berada dalam situasi penuh tanda tanya. Menghilangnya Patih Kalamurka membuat Prabu Pancatyana resah. Sang Raja memahami bahwa Kalamurka menyimpan dendam mendalam terhadap Prabu Angling Dharma dan Patih Batik Madrim. Kalamurka meyakini bahwa Simbarmanyura adalah kerajaan merdeka yang tidak seharusnya tunduk atau memberikan upeti kepada Malwapati. Keyakinan inilah yang mendorongnya mengambil jalan licik demi mencapai tujuan.
Kekhawatiran sang raja terbukti benar. Patih Kalamurka menyusun rencana berbahaya dengan menculik Dewi Kusumagandhawati, calon istri Patih Batik Madrim. Ia menyamar sebagai saudagar kaya dan berdagang di pasar dekat alun-alun Kerajaan Malwapati. Melalui penyamaran tersebut, Kalamurka berhasil menyusup ke dalam kedaton dan membawa Dewi Kusumagandhawati sebagai tawanan. Tujuan penculikan ini bukan sekadar balas dendam, melainkan tekanan politik agar Malwapati mengakui kebebasan penuh Simbarmanyura.
Aksi tersebut segera diketahui oleh seorang abdi dalem yang kemudian melaporkannya kepada Patih Batik Madrim. Amarah Batik Madrim memuncak. Dengan izin Prabu Angling Dharma, ia menghadap Raja Simbarmanyura dan menyampaikan ultimatum tegas: jika Dewi Kusumagandhawati tidak dikembalikan dalam keadaan selamat, Kerajaan Malwapati siap mengepung dan berperang.
Demi menghindari konflik besar, Raja Simbarmanyura mengutus tumenggung untuk mencari Kalamurka. Patih tersebut akhirnya ditemukan bersembunyi di sebuah gua dekat hutan. Saat Batik Madrim kembali menagih janji, Kalamurka muncul membawa Dewi Kusumagandhawati dalam kondisi sehat, namun dengan satu syarat: duel satu lawan satu untuk menentukan kemenangan.
Pertarungan sengit pun terjadi di alun-alun Simbarmanyura. Adu kanuragan dan kadigdayan berlangsung seimbang hingga Kalamurka mengerahkan ilmu pamungkas malih rupa. Meski sempat terdesak, Batik Madrim bangkit dan mengakhiri pertarungan dengan ajian Guntur Saketi. Kalamurka gugur di hadapan rajanya sendiri, menandai runtuhnya ambisi dan dendam yang ia pelihara.
Cerita ini menyampaikan pesan moral yang kuat: kelicikan dan keserakahan hanya akan berujung pada kehancuran. Seorang pemimpin sejati dituntut untuk berlaku adil, jujur, dan mengutamakan kesejahteraan rakyat. Nilai tersebut menjadi pengingat penting untuk menjaga etika kepemimpinan dan kerukunan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...
Produksi: Unlimited Production Pemain: Pemain Utama: Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Taskya Namya, Im...
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...
Kalau kamu suka drakor yang gelap, bikin emosi naik turun, dan isinya bukan cinta-cintaan doang, The...
Sejak detik pertama, Agak Laen: Menyala Pantiku! mengajak kita masuk ke dunia yang terlihat riang, t...
Di banyak negara, keadilan sering dipahami sebagai sesuatu yang lahir dari ruang sidang, pasal hukum...

Belum ada komentar.