AveSticker

8 Keunikan Jombang yang Wajib Anda Ketahui

Feb 15 20155.849 Dilihat

Nama Jombang, merujuk pada versi yang paling lazim digunakan berasal dari akronim kata ijo (hijau) dan abang (merah). Ijo mewakili masyarakat santri (agamis), abang mewakili masyarakat nasionalis, komunis dan kejawen. Selain versi mainstream ini, kata Jombang juga berarti “nampak elok” atau “sedap dipandang”. Anda mungkin pernah mendengar seorang Jawa yang memuji anak perempuannya dengan kalimat: “Lho prawane wes mari adus, wes ketok Jombang rek” (Lho, gadisnya sudah selesai mandi, sudah nampak sedap dipandang”.

Selain terkenal dengan kota Santri, Jombang masih menyimpan setumpuk hal kontroversial yang wajib anda ketahui. Berikut ulasannya:

1. Rian sang Jagal

Tahun 2008 Indonesia digegerkan oleh pemberitaan mutilasi 11 korban yang dilakukan oleh Very Idham Henyansyah atau dikenal dengan panggilan Ryan. Ia lahir di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang. Kasus pembunuhannya teruangkap setelah penemuan sesosok mayat termutilasi di Jakarta. Setelah pemeriksaan, ditemukan pula beberapa mayat yag dikuburkannya di halaman belakang rumahnya. Sejak kecil ia dikenal sebagai seorang yang religius, beberapa saat bahkan ia mengajar ngaji di desanya. Para tetangganya tak menyangka bahwa Ryan adalah sosok yang sangat keji.

sumber : statik.tempo.co

Ryan mendekam di penjara menunggu eksekusi hukuman mati. Sumber gambar: statik.tempo.co

2. Ponari Si Dukun Cilik

Jombang mendadak ramai dikunjungi para penderita segala penyakit. Mohammad Ponari, seorang anak dari keluarga miskin yang menemukan batu yang menjatuhi kepalanya pada saat bermain di tengah hujan bercampur petir. Tanpa sengaja ia mencoba mencelupkan batu itu ke air dan sukses menyembuhkan tetangganya yang sedang sakit panas dan muntah. Kesembuhan akibat celupan batu ajaib itu tersebar dari mulut ke mulut dan ramailah pasien Ponari. Meski kini tak banyak pasien yang berobat kepadanya, ponari telah berhasil merubah kehidupannya, ia telah memiliki rumah senilai lebih dari 250 juta dan sawah senilai hampir 1 Miliar.

ponari

Ponari sedang mengobati pasiennya. Sumber gambar : inspirasigeografi.blogspot.com

3. Eyang Subur, Dukun Sakti Beristri 8

Subur lahir pada 12 Desember 1946 di Kampung Tugu Kepatihan, Jombang. Terlahir dari keluarga petani yang tergolong kurang mampu. Pada tahun 1970, pindah ke Jakarta menjadi seorang penjahit. Setelah beralih provesi sebagai penasihat spiritual, keadaan perekonomiannya berubah. Hubungannya dengan para klien artis membuatnya terkenal. Perseteruannya dengan Adi Bing Slamet membuat namanya semakin mencuat ke ranah diskursus publik.

Hingga tahun 2013, ia telah menikah sebanyak 25 kali. Delapan di antaranya masih bertahan hingga saat ini. Setelah dilaporkan ke MUI dan dianggap menyimpang dari ajaran agama, Ia berjanji akan menceraikan empat di antaranya.

sumber gambar: selebuzz.com

Eyang subur. Sumber gambar: selebuzz.com

4. Semaun, Pendiri PKI

Siapa sangka Jombang yang tersohor sebagai Kota Santri dan identik dengan pondok pesantren justru melahirkan tokoh pendiri dan ketua umum pertama Partai Komunis Indonesia.

Semaun lahir pada tahun 1899 di Desa Curahmalang Kecamatan Sumobito, sebuah desa di pojok timur laut Kabupaten Jombang. Semaun adalah anak seorang pegawai rendah Jawatan Kereta Api(tukang batu di Stasiun Curah Malang). Sebagai anak dari kaum kelas menengah ia tergolong hebat karena berhasil masuk sekolah Tweede Klas (sekolah pribumi kelas dua) danmengenyam pendidikan kursus bahasa Belanda pada sore hari. Berkat pendidikannya, ia memperoleh kesuksesan di dunia politik Indonesia maupun Dunia.

sumber gambar: wikimedia.org

Semaun. Sumber gambar: wikimedia.org

5. Tempat Kelahiran Tokoh Positif dan Negatif

Entah kultur apa yang melingkupi daerah ini sehingga mampu melahirkan dan mendidik tokoh-tokoh besar di berbagai bidang. Mantan Presiden Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Beberapa Kyai Besar seperti KH. Hasyim Asyari, KH Wahab Chasbullah, KH. Bisyri Syansuri, Emha Ainun Najib (budayawan), Nurcholis Madjid (intelektual muslim), Gombloh (penyanyi), Timur Pradopo (mantan Kapolri) dan masih banyak yang lainnya.

Selain tokoh-tokoh positif, Jombang juga tempat kelahiran tokoh-tokoh negatif yang belum diulas pada poin-poin sebelumnya sperti. Sebut saja Abu Bakar Baasyir (Ketua Majelis Mujahidin Indonesia) dan Sumiarsih (Pembunuh keluarga Letkol Purwanto).

sumber gambar: indoking.blogspot.com

Abu Bakar Baasyir. Sumber gambar: indoking.blogspot.com

6. Gereja Tertua di Indonesia

Tak jauh dari Pondok Pesantren Tebu Ireng, berdiri megah sebuah Gereja yang ternyata usianya jauh lebih tua. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno, merupakan gereja tertua di Jawa Timur dan salah satu dari sekian gereja tertua di Indonesia. GKJW Mojowarno dibangun pada tahun 1845. Pertama kali direnovasi pada 24 Januari 1879, kemudian dibuka kembali pada 3 Maret 1881. Karena itu banyak yang beranggapan bahwa GKJW Mojowarno baru dibangun pada tahun 1881. Gereja ini berarsitektur neo gothic ala Eropa. Akulturasi dengan budaya lokal menyebabkan adanya ornamen budaya Jawa seperti beberapa ukiran Jawa di bagian altar dan relief tulisan Jawa kuno di pallete bangunan dan pintu gerbang halaman gereja.

Beberapa benda bersejarah juga ada kompleks gereja ini. Alkitab berbahasa dan berhuruf Jawa dengan sampul depan tercetak angka tahun 1854. Berikut kutipannya:

“Dhuh Gusti, Ingkang Kawula Purugi Sinten Malih? Paduka Ingkang Kagungan Pangandikaning Gesang Langgeng” Yah 6:68. (Ya Tuhan, Siapa lagi yang akan kami datangi? Paduka yang memiliki perkataan hidup kekal) Yah 6:68.

sumber gambar: eastjavatraveler.com

GKJW Mojowarno. Sumber gambar: eastjavatraveler.com

7. Masjid dan Gereja, Tetangga di Halaman yang Sama

Islam dan Pesantren yang sudah terlanjur diidentikkan dengan Jombang tak menghalangi perkembangan agama lainnya. Sepanjang sejahar Jombang tidak pernah ada pemberitaan mengenai konflik antar agama. Wilayah Jombang Tenggara (meliputi Kecamatan Mojowarno, Ngoro, Bareng dan Wonosalam) adalah konsentrasi pluralisme antar umat beragama. di wilayah ini, agama Islam, Kristen dan Hindu hidup saling berdampingan dengan damai. Di Dusun Ngepeh, Kecamatan Ngoro, anda akan menemui Masjid, Gereja dan Pura terletak di lokasi yang berdekatan. Di Desa ini jangan harap anda akan melihat makam yang rapi. Karena keberagaman agama, makam justru tersusun secara tak seragam, ada yang membujur ke utara ada pula yang membujur ke barat. Di dusun ini anda akan menemui sebuah stasiun radio bernama Suara Budi Luhur (SBL). Radio ini dikelola oleh 3 pemeluk agama secara bersama-sama dan menyiarkan program ceramah Agama Kristen, Islam dan Hindu. Tak cukup di situ, di Dusun Mutersari, Kecamatan Bareng juga terdapat Masjid dan Gereja yang posisinya tepat bersebelahan.

Masjid dan Gereja di dusun Mutersari. Sumber gambar: facebook.com/oka.salaman.5?fref=ts

Masjid dan Gereja di dusun Mutersari. Sumber gambar: facebook.com/oka.salaman.5?fref=ts

8. Hancurnya Mataram Kuno, Berdirinya Medang

Kejayaan kerajaan Sriwijaya dan meletusnya gunung merapi pada abad ke 7 hingga ke 9 memaksa Mpu Sindok memindahkan pusat kerajaan Mataram ke Jawa Timur. Prasasti Anjukladang di Kabupaten Nganjuk (bertahun 859 Saka atau 937 M) menyatakan bahwa Ibukota pertama kerajaan Medang adalah Tamwlang (sekarang bernama Kecamatan Tembelang). Kemudian Prasati Paradah juga mengatakan: “mdang i bhumi mataram i watugaluh,” yang berarti “Medang (yang dulu) di Bhumi Mataram (sekarang berada) di Watugaluh”. Tentang Posisi Watugaluh masa lalu dan masa kini masih diperdebatkan apakah yang kini disebut Desa Watugaluh di timur Kota atau Desa Megaluh Di Barat Kota Jombang.

sumber gambar: wikipedia.org

Daerah kekuasaan Mataram Kuno masa Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sumber gambar: wikipedia.org

Kiranya akronim Jombang telah mewakili segala alasan kenapa kota ini penuh dengan kontroversi. Warna ijo mencetak para kyai dan para tokoh besar lainnya. Warna abang melahirkan dukun sakti dan pendiri PKI. Perpaduan kedua warna mendorong kerukunan umat beragama dan “nampak elok” maknanya, menjadi alasan Mpu Sindok menjadikannya sebagai Ibukota.

Share to

Aktivis dangdut koplo

Topik Terkait

Dear X, Kisah Perempuan Haus Pengakuan

by Jan 07 2026

Film Dear X merupakan karya drama psikologis asal Korea Selatan yang mengangkat sisi gelap kehidupan...

Ajian Malih Rupa (Episode 36)

by Dec 19 2025

Sebelumnya, saat kisruh terjadi ketika Ki Tuntang akan mendapatkan hukuman gantung dari Kerajaan Sim...

Utusan Malwapati (Episode 35)

by Jan 18 2022

Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...

Kidung Cinta Patih Batik Madrim (Episode...

by Jan 14 2022

Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...

Balada Cinta Kalyana Tantri (Episode 33)

by Jan 12 2022

Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...

Pembalasan Dewi Sintawati (Episode 32)

by Jan 10 2022

Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...

  • desy says:

    ralat ya.. dusun Mutersari ??? ?î kecmatan Bareng.. bukan Mojowarno

  • imamboll says:

    Mas Nasrun ya…

    Keep writing sob…

    Jombang is an unique city

    “Aku kakak kelasmu bro”

  • Terima kasih mbak desi atas ralatnya. Sudah saya edit.

  • Enggeh mas imam. Masih sangat ingat sama sampean. Akhirnya ketemu, di tenpat yg tdk disangka. Selamat membaca mas, semoga menghibur dan bermanfaat. 🙂

  • Csp says:

    Paling menarik diparagraf terakhir menyebutkan tentang simbol warna ijo abang..
    namun sayangnya hari ini citra jombang yang melekat dengan ijo abang itu telah dicoreng dengan politik kuningisasi yang dibuat pemimpin yang mungkin tak tau akan makna dan jati diri tempatnya memimpin..

  • Nggeh. Sudah Joning ya sekarang. 😀 Tapi ndak perlu risau. Jombang tetep jombang. Meskipun pager sekolah, pohon2 di jalan dicat ijo kuning, Identitas dan karakter masyarakatnya gk akan berubah. Jombang tak sesempit pohon dan pager2 instansi pemerintah. Hehehe

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top