AveSticker

Bangkit Melawan Korupsi

Sep 05 2010584 Dilihat

Semua warga negara tanpa diskriminasi berhak mendapatkan layanan publik dasar. Persoalan status ekonomi maupun sosial, perbedaan geografis ataupun kekayaan alam daerahnya tidak menjadikan hak-hak dasar harus terlepas dari mereka.

Sebaliknya, kenyataannya negara cenderung abai dan melupakan hak-hak dasar warganya. Bahkan dengan dalih meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), demi pembangunan daerah dan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan, pajak dipungut dan retribusi diberikan pada berbagai layanan publik sebagai user.

Kenyataannya, pajak dan retribusi dikenakan karena meningkatnya anggaran yang dialokasikan untuk pengeluaran biaya rutin (misalnya gaji pegawai), belanja operasional (yang ternyata hanya kebutuhan-kebutuhan fasilitas anggota dewan dan pemda) dan hanya sedikit porsi yang dialokasikan untuk anggaran pembangunan dan pelayanan publik (hal.5-6). Realitas ini memperparah kenyataan diskriminasi pelayanan hak dasar tersebut.

Mengapa semua itu bisa terjadi? Salah satu permasalahan akut ini adalah persoalan korupsi yang sudah terstruktur dan “membudaya”. Kejadian korupsi sungguh dengan mudah dapat kita temui. Di luar grand corruption (korupsi besar) yang sering kita temui adalah petty corruption (korupsi kecil-kecilan) yang yang tidak merugikan negara secara langsung. Korupsi ini tidak mengambil uang APBN atau APBD, tetapi mengambil uang dari masyarakat secara langsung seperti ketika mengurus surat-surat yang bahkan umum semisal KTP dan SIM.

Maka dibutuhkan kelompok warga yang aktif (active citizien) untuk menagih hak-hak dasar di atas dan mengubah kebijakan publik agar lebih adil. Buku ini menawarkan sebuah alternatif gerakan untuk mentransformasikan gerakan dari “shouting” ke “counting”, dari sekedar berteriak menjadi menghitung, melalui metode Citizen Report Card (CRC) atau Kartu Laporan Warga (KLW). Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Public Affairs Centre (PAC) di Bangalore, India untuk mengukur kinerja dan tingkat korupsi dalam pelayanan publik di kota Bangalore. Yang menarik dari CRC ini adalah penggabungan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Buku ini memaparkan secara terperinci metode CRC tersebut baik melalui pendekatan kualitatif maupun kuantitaif, yang selanjutnya diberikan sample penggabungan dua metode penelitian tersebut dalam CRC pendidikan. Dalam sample tersebut disebutkan beberapa persoalan pendidikan seperti rendahnya posisi tawar orang tua murid ketika menyampaikan keluhannya terhadap sekolah dan kecenderungan pengabaian protes tersebut oleh pengambil kebijakan, baik kepala dinas, kepala daerah, maupun pengambil kebijakan di tingkat nasional.

Melihat sedikitnya kemaun politik (will) dari pemerintah untuk memberantas mega korupsi, juga realitas oligharki politik yang didominasi elit parpol yang lebih mengabdi pada cukong politiknya dan tidak efektifnya kerja institusi politik formal, buku ini memberikan tawaran landasan teoretis pelaku organisasi untuk membuka peluang munculnya geraka sosial (social movement). Gerakan social ini menjadi kekuatan untuk mengembalikan hak dasar warga untuk mewujudkan keadilan tersebut, hingga kesejahteraan negeri ini bukanlah sebatas mimpi.

Judul buku : “Saatnya Warga Melawan Korupsi: Citizen Report untuk Pendidikan”

Penulis : Danang Widoyoko, Luki Djani, Ade Irawan, Agus Sunaryanto, Febri Katong Hendry
Cetakan : pertama, 2006
Jumlah halaman : ix+122
Penerbit : Indonesia Corruption Watch (ICW)

Share to

Alumni Universitas Muhammadiyah Malang. Tinggal di Blitar.

Topik Terkait

Menjamah Novel Wigati dan Seluk Beluknya

by Jan 08 2026

Penulis novel laris dengan judul “Hati Suhita” ternyata juga memiliki banyak tulisan lainnya. Sa...

Mewujudkan Pribadi Unggul dengan “The ...

by Jan 08 2026

 “Aku bisa karena terbiasa “ adalah sebuah motto yang kerap kali saya dengar ketika kakak tingk...

Aroma Karsa, Keindahan yang Melenakan

by Jan 07 2026

Judul: Aroma Karsa Penulis: Dee Lestari Penerbit: Bentang Pustaka Tebal: 701 Halaman Terbit: Cetakan...

Resep Menjadi Pelajar Moderat dari SMA B...

by Jan 07 2026

Pernahkah kalian membayangkan sekolah sebagai sebuah dapur besar? Di dalamnya terdapat bermacam-maca...

Pemilu 2024 dan Etika Politik Elit

by Jan 07 2026

Pada masa pemilu 2024, lini media massa dan media sosial kita banyak dipenuhi dengan diksi, kosakata...

9 Nilai Perdamaian yang Bikin Siswa Jadi...

by Jan 07 2026

Menjadi siswa keren zaman now itu bukan cuma soal penampilan atau seberapa mahal barang yang dipakai...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top