AveSticker

Asyiknya Memancing di Bendungan Lahor

Sep 04 20101.335 Dilihat

Bagi yang memiliki hobi memancing, Bendungan Lahor adalah pilihan alternatif yang sayang untuk dilewatkan. Selain mudah dijangkau dan memiliki panorama indah, Bendungan Lahor juga memiliki aneka fasilitas untuk berbagai gaya memancing yang dapat dipergunakan oleh pemancing profesional maupun amatir.

Bendungan Lahor terletak sekitar 40 km barat daya Kota Malang, yang secara administratif berada di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang dan Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar. Karena letaknya yang bersebelahan dengan Bendungan Karangkates serta memiliki ukuran yang lebih kecil, banyak juga yang menyebut Bendungan Lahor sebagai ‘anak’ Bendungan Karangkates.

Untuk dapat memancing di Bendungan Lahor, pemancing tidak perlu memasuki lokasi wisata bendungan. Cukup parkir kendaraan di Pasar Lahor, membeli peralatan pancing bagi yang berangkat dengan tangan kosong, pemancing kemudian menuju bendungan dengan cara menuruni tangga beton dan menyusuri jalan setapak yang terletak di sebelah utara belakang pasar. Tidak sampai sepuluh menit, pemancing akan sampai di tepi bendungan. Oh ya, pemancing yang berangkat dari rumah dengan tangan kosong dapat membeli berbagai perlengkapan pancing di pasar tersebut.

Bagi pemancing yang menginginkan untuk memancing dari sisi seberang, terdapat perahu tambang yang akan mengantar penyeberang cukup dengan ongkos dua ribu rupiah per orang. Selain dari tepi bendungan, pemancing juga dapat memancing ke tengah bendungan dengan cara menyewa atau bahkan meminjam sampan milik penduduk. Tentu saja, memancing dari sampan memerlukan ketrampilan khusus agar jangan sampai sampan terbalik dan penumpangnya tercebur ke bendungan.

Ada banyak jenis ikan yang dapat diperoleh di Bendungan Lahor. Paling banyak adalah ikan nila, kemudian tombro, gabus, wader serta gurami. Di bendungan ini ada juga ikan yang oleh masyarakat setempat disebut dengan ikan Harmoko. Bentuknya seperti ikan mujahir namun berukuran lebih kecil dan pendek. Konon, ikan-ikan tersebut merupakan benih ikan yang disebarkan oleh Harmoko kala dia masih menjabat sebagai Menteri Penerangan RI.

Bendungan Lahor juga dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk beternak ikan melalui karamba. Yang dimaksud dengan karamba tersebut adalah jaring-jaring yang dipasang vertikal dari dasar hingga permukaan bendungan, yang membentuk luasan tertentu di permukaan bendungan. Selain itu, ada juga penduduk yang membuat karamba dari bambu. Karamba jenis ini biasanya diletakkan di tengah bendungan yang antar tepiannya tidak jauh jaraknya. Tentu saja karamba jenis ini dilengkapi dengan pelampung serta tali penambat yang diikat ke kedua tepi bendungan agar karamba tidak terseret arus bendungan.

Nah, bagi pemancing amatir, dipersilahkan untuk memancing di dalam karamba yang banyak ikannya tersebut. Untuk memancing di dalam karamba tidak dikenakan ongkos. Pemancing hanya harus membeli ikan yang berhasil dipancing dengan harga yang sangat murah. Atau, jika tidak ada satupun ikan yang berhasil dipancing, pemancing dapat membeli ikan dari pemilik karamba yang biasanya memiliki stok ikan segar hasil tangkapan. Nah, dengan demikian, setiap pemancing di Bendungan Lahor tidak akan pulang dengan tangan hampa.

Share to

Menanam, merawat, menuai

Topik Terkait

JAWARA

by Mar 13 2026

Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Tangi (1)

by Feb 10 2026

Dua sosok lelaki tua, tiba-tiba mendekati tubuh Niero yang terbaring tak berdaya. Mereka berteriak t...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top