AveSticker

Penjara Sukma Angling Dharma (Episode 45)

Apr 16 202634 Dilihat

Produksi: Genta Buana Pitaloka
Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meilia, Jill Carissa, Yuni Sulistyowati, Chairil J.M, Fitria Anwar, Irman F.R Heryana, Lilis Sugandha, Anika Hakim, Choky Andriano, Rizal Muhaimin, Lyra Virna
Sutradara: Dasri Yacob
Tahun: 2000

Cerita kembali pada kemelut yang sedang bergejolak di Kerajaan Malwapati. Semua itu terjadi lantaran dendam Nyai Durgandhini dan Kashmala yang ingin membunuh Angling Dharma dengan cara apa pun. Sebelumnya, kiriman teror berupa teluh pulakhet dari tanah Hindustan berhasil ditangkal berkat pertolongan Suliwa. Namun Durgandhini seakan tidak pernah putus asa dan terus berupaya mencelakai Angling Dharma.

Lalu Kashmala mempunyai rencana dan menawarkannya kepada Durgandhini, yakni dengan mengambil sukma Angling Dharma dan menyembunyikannya di alam gaib. Dengan begitu, Angling Dharma akan menjadi seseorang yang linglung, hilang ingatan, bahkan bisa menjadi gila. Tanpa pikir panjang, Durgandhini setuju dan meminta Kashmala untuk segera melancarkan rencana tersebut.

Kashmala pun menyiapkan segala hal yang dibutuhkan. Setelah semuanya siap, mantra dan jampi-jampi terucap dari mulut Kashmala, lalu ia pergi menuju Malwapati. Waktu malam menjelang menjadi saat sang prabu tertidur lelap. Pada saat itulah Kashmala masuk ke alam mimpi Angling Dharma dan menyekap sukma sang prabu dalam sebuah penjara di alam gaib.

Kemudian Kashmala memberi tahu Durgandhini bahwa roh sukma Angling Dharma telah berhasil disekap dan dijaga oleh para lelembut yang sudah disiapkan. Senang bukan kepalang Durgandhini mendengar hal itu, bahkan rasanya ingin segera membunuh sang prabu. Namun Kashmala menawarkan agar roh sukma tersebut disiksa secara perlahan-lahan. Diajaklah Durgandhini oleh Kashmala ke tempat roh sukma Angling Dharma dipenjara. Pukulan dan cambuk pun dilancarkan oleh keduanya kepada Angling Dharma. Kesakitan yang dirasakan sang prabu begitu hebat hingga tak mampu memberikan perlawanan.

Berpindah ke tempat lain, yakni di Malwapati, kesedihan menyelimuti raut wajah Dewi Sekarwangi, istri Sang Prabu Angling Dharma. Kemudian Patih Batik Madrim datang dan menanyakan apa yang menimpa sang prabu. Dewi Sekarwangi menjelaskan bahwa sang prabu seperti orang linglung setelah bangun tidur, seakan tidak mengenal siapa pun di sekelilingnya. Batik Madrim yang mendengar cerita tersebut lantas meminta izin untuk memanggil dukun sakti, karena merasa sukma sang prabu tidak kembali ke wadagnya. Namun apa yang dilakukan Batik Madrim seakan sia-sia. Dukun yang dipanggil tidak mampu menyembuhkan sang prabu, bahkan dukun tersebut mati secara mengenaskan.

Kebingungan dan kegelisahan dirasakan Sang Permaisuri dan Batik Madrim atas kondisi yang dialami oleh Sang Prabu Angling Dharma. Mereka pun bersepakat untuk tidak menceritakan hal yang sedang terjadi kepada siapa pun. Balai pasamuan yang rutin dilaksanakan setiap minggu harus ditiadakan dengan alasan sang prabu sedang sakit.

Suliwa yang datang dan berniat menjenguk juga merasa ada keanehan pada kondisi sang prabu, seakan ada sesuatu yang dikirimkan ke dalam tubuh sang prabu. Lalu Suliwa berpamitan kepada Dewi Sekarwangi dan Batik Madrim untuk melakukan semedi sembari meminta pertolongan. Dalam semedinya, Suliwa mendapatkan wangsit dari Pangeran Suryapati bahwa apa yang dialami sang Prabu Angling Dharma adalah sukma yang diculik dan disekap pada suatu tempat di alam gaib. Pangeran Suryapati memberikan pesan agar Suliwa menemui seseorang bernama Mpu Rangro. Tanpa pikir panjang, Suliwa berangkat ke sebuah hutan untuk mencari keberadaan Mpu Rangro.

Setelah bertemu dengan Mpu Rangro, Suliwa menceritakan maksud dan tujuannya. Kemudian Mpu Rangro memberikan sebuah pusaka, yakni batu sakti gerbang sukma. Batu ini dapat digunakan sebagai perantara untuk masuk ke alam sukma tempat sang prabu dipenjara. Suliwa segera kembali ke Malwapati, dan akhirnya sukma Prabu Angling Dharma dapat kembali seperti sedia kala.

Episode kali ini memberikan pesan bahwa dalam kehidupan sosial masyarakat, kita harus selalu berbuat baik kepada sesama. Karena setiap kebaikan yang dijalankan akan mendapatkan balasan yang sama. Pun sebaliknya, jika kita berbuat jahat, akan mendapat balasan yang setimpal nantinya.

Share to

Pantang lari dari gelanggang corong palayu

Topik Terkait

Kesaktian Guru Bahadur (Episode 46)

by Apr 21 2026

Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...

Review Film Tunggu Aku Sukses Nanti; Leb...

by Apr 04 2026

Ada yang selalu terasa sedikit menegangkan dari ruang tamu saat Lebaran: bukan karena kursinya kuran...

Ilmu Pencuri Pikiran (Episode 44)

by Mar 05 2026

Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...

Kesaktian Tanah Tamasimaya (Episode 43)

by Feb 27 2026

Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D., Suzanna Mei...

Kesaktian Khasmala (Episode 42)

by Feb 25 2026

Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...

Kembalinya Pangeran Halemu (Episode 41)

by Feb 21 2026

Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top