Very Yudha • Feb 06 2026 • 74 Dilihat

Produksi: Kharisma Starvision Plus
Pemain: Nadya Arina, Putri Ayudya, Rangga Azof, Sujiwo Tedjo, Indah Permatasari, Asha Assuncao, Nova Eliza, Arswendy Bening, Totos Rasiti, Fuad Idris, Mutia Datau
Sutradara: Azhar Kinoi Lubis
Tahun: 2026
Karya terbaik produksi Starvision Plus ini merupakan sekuel dari film sebelumnya, Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018), masih dengan sentuhan tangan dingin Azhar Kinoi Lubis. Film ini menampilkan nuansa khas horor dengan jumpscare yang tiada henti, dipadukan dengan plot investigasi dalam sebuah keluarga terkait motif kiriman santet. Misteri dibalut dengan tayangan menyeramkan, menghadirkan ketegangan yang memuncak.
Sedikit mengulik latar belakang kisah film ini, sebelumnya keluarga Sri, diperankan oleh Putri Ayudya, bersama Herman, suaminya yang diperankan oleh Tedy Syah, memiliki dua orang anak: Andi, diperankan oleh Rangga Azof, dan Dina, adik Andi, diperankan oleh Nadya Arina. Mereka pernah mengalami teror santet yang menyebabkan meninggalnya Herman. Teror tersebut dilakukan oleh Laila (Nova Eliza) dan Hanum (Indah Permatasari), akibat persaingan asmara antara Laila dan Sri dalam memperebutkan Herman.
Kini, keluarga Sri bersama kedua anaknya dan menantu, Rani (Asha Assuncao), memilih hidup di pedesaan, menjauh dari hingar-bingar perkotaan, dan menikmati kehidupan damai. Namun, di balik ketenangan itu, Sri menjaga keluarganya dengan berbagai ritual dan memasang jimat di sekeliling rumah untuk melindungi mereka agar tetap utuh. Ia tak ingin kehilangan anggota keluarganya lagi.
Suatu hari, Sri sowan ke seorang dukun paranormal untuk meminta jimat dan petunjuk ritual agar bisa menolak segala bentuk teror. Saat ditanya dukun apakah masih ada urusan masa lalu terkait keluarga yang dibangunnya bersama Herman, Sri dengan tegas menjawab tidak; semua dianggap tuntas setelah meninggalnya Laila dan Hanum, si pengirim santet.
Sri pulang dengan perasaan waswas. Saat makan malam bersama anak dan menantu, semuanya tampak normal. Namun di malam hari, Sri bermimpi mengenai orang tuanya yang tewas secara mengenaskan—kakek dan nenek yang kini hidup sebatang kara.
Keesokan harinya, Sri mengajak Andi, Dina, dan Rani untuk menjenguk kakek dan neneknya. Sesampainya di sana, Andi, Dina, dan Rani tidak merasakan hal aneh, tetapi Sri merasakan sesuatu yang ganjil, meski ia tidak mengatakannya.
Saat makan siang, nenek bermaksud memasak, dan Dina serta Rani datang ke dapur untuk membantu. Namun mereka terkejut karena aroma menyengat tercium dari daging busuk yang sedang dimasak nenek—keanehan pertama yang mereka lihat. Dina kemudian melihat kakek berjalan ke hutan sambil membawa kapak. Awalnya tidak curiga, namun kakek tampak seperti akan membunuh sesuatu. Setelah diperiksa, ternyata ia sedang mencincang seekor kerbau, yang kemudian dimakan mentah-mentah.
Sri juga melihat keanehan lain saat memandikan ibunya; tubuh ibunya terdapat bekas luka bakar yang seolah tidak terasa sakit. Dalam tidurnya, Sri kembali didatangi oleh arwah orang tuanya yang mencoba membunuhnya. Keanehan dan teror perlahan menyelimuti keluarga di rumah kakek-nenek.
Tak ingin sesuatu menimpa keluarganya, Sri kembali ke dukun paranormal untuk meminta petunjuk. Dukun menegaskan bahwa dosa masa lalu harus segera diselesaikan. Iblis sedang mengincar janin yang dikandung Rani. Sri teringat perjanjian masa lalu dengan dukun bernama Jarwo: cucu pertama mereka akan dijadikan tumbal.
Sri pulang dalam keadaan gontai dan tersendu, bertekad menyelesaikan dosa masa lalunya demi keselamatan anak-anak dan menantunya. Sesampainya di rumah orang tuanya, Sri mendapati Andi, Dina, dan Rani telah diculik oleh Hanum, yang dulu dianggap tewas. Ternyata Hanum masih hidup karena diselamatkan oleh abdi ibunya, Salim, meski mengalami luka bakar parah. Dendam membara mendorongnya menuntaskan balas dendam terhadap Sri dan keluarga.
Hanum telah membunuh orang tua Sri dan mengundang Sri keluar rumah, karena jimat dan doa Sri kuat di dalam rumah tetapi lemah di luar. Hanum berencana membuka gerbang sukma dengan menukar janin dalam kandungan Rani dengan kerbau yang sedang hamil.
Sri berhasil menemukan anak dan menantunya di hutan. Namun, Hanum telah menyelesaikan ritual dan menghidupkan kembali ibunya, Laila. Dengan keberanian, Sri menyelamatkan keluarga dan meminta maaf atas dosa masa lalu. Ia kemudian membakar tubuhnya sendiri bersama Laila untuk mengakhiri semua kutukan. Andi kemudian mengambil kapak dan membunuh Hanum.
Pesan moral dari film ini adalah: jangan sekali-kali menyekutukan Tuhan dengan iblis. Setiap perbuatan, baik atau buruk, akan mendapatkan balasan setimpal. Kesabaran dalam berdoa, disertai usaha nyata, akan selalu dilindungi oleh Tuhan yang maha penyayang. Pengorbanan dan tanggung jawab adalah kunci menjaga keharmonisan keluarga; kejujuran adalah fondasinya, dan segala permasalahan harus diungkapkan agar keluarga tetap utuh dan harmonis.
Produksi: Dari Hati Film Entertainment Pemain: Rio Dewanto, Putri Intan Kasela, Ochi Rosdiana, Jolen...
Produksi: MVP Pictures Pemain: Aulia Sarah, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Cindy Nirmala, Ence Bagus,...
Produksi: BASE Entertainment dan Beacon Film, Pemain: Ringgo Agus Rahman, Dian Sastro Wardoyo, Ali F...
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...
Produksi: Unlimited Production Pemain: Pemain Utama: Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Taskya Namya, Im...

Belum ada komentar.