AveSticker

Corona, Pertanda Apa?

Apr 08 202276 Dilihat

Negara selalu mempunyai kehendak dan peraturan terhadap pemerintahannya. Tak enyah tentang bela negara yang menjadi kewajiban bagi semua penghuninya. Namun bagaimana pelaksanaannya, jika yang dihadapi adalah musuh yang tak kasat mata. Menyerang membabi buta tanpa memandang jabatan, golongan, dan juga kedudukan, maupun keseimbangan dalam beribadah kepada Illah. Corona, namanya tak asing lagi bagi kita, bahkan bagi semua orang di dunia. dia datang dengan membawa misi yang tak diketahui oleh siapa, bahkan oleh raja yang singgasananya menjadi sepi akibat kedatangan corona yang dianggap sebuah misteri.

Pandemi, adalah gelar yang disandang oleh corona saat ini. Memang bukan pertama kali ia menduduki bumi. Lalu bagaimana pandemi sebelumnya dapat hijrah dari bumi tercinta? Tentu hal pertama kali adalah tentang kesadaran diri. Sadar diri merupakan salah satu kunci agar terputusnya penularan virus. Kembali kepada permasalahan corona. Dan jangan lupa dengan nama kepanjangannya, “Corona virus diasease-19”.

Datangnya corona bisa jadi ditujukan untuk menguji kita dalam keseriusannya menjadi warga negara. Mengapa? Sedikit mengutip dari undang-undang dasar 1945 tentang pengertian bela negara. Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Uud 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara seutuhnya. (UU No. 3 tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1).

Pasar ditutup, bahkan pedagang yang tak menurut terpaksa diangkut. PHK bertebaran mulai menjerat buruh-buruh. Transportasi dibatasi, keluar rumah pun bisa mendapat sanksi. Jangan main-main dengan peraturan ini. Waktunya kita sadar diri. Saatnya kita sadar akan kewajiban kita sebagai warga negara yang dibebani tanggung jawab bela negara. Bela negara tak hanya tugas tentara. Dari masalah corona, akan nampak jelas tugas kita yang notabene-nya hanya seorang warga biasa, hingga pejabat negara untuk menjaga negara. Musuh misteri telah berada di bumi pertiwi, jadi jangan lengah maupun terlena untuk memeranginya.

Musuh misteri ini telah menghancurkan ekonomi negara, membunuh satu persatu insan di dunia. sudah jelas sekali, sekarang saatnya untuk memeranginya. Tidak keluar rumah kecuali hal yang mendesak, menjaga kebersihan, menjaga jarak antarsesama. Semua perintah ini adalah perintah pemerintah yang pada dasarnya adalah perintah Illah. Usaha kecil ini secara tidak langsung adalah wujud dari pelaksanaan bela negara. Dimana warga negara bersatu dalam mencapai tujuan yang sama yaitu mempertahankan negara Indonesia dari ancaman virus corona. Karena virus corona, kekayaan negara di bidang apapun menjadi anjlok. Tak sedikit pabrik dan perusahaan menjadi bangkrut. Corona tak hanya menyerang manusia, tapi juga menginfeksi rupiah, yang dinilai semakin melemah.

Datangnya corona adalah sinyal kuat yang menyadarkan untuk bersatu padu menjaga bumi dengan penuh kecintaan. Melawan corona termasuk bela negara. Menjaga lingkungan, memperkuat keimanan, dan saling membantu meringankan beban adalah wujud bela negara yang harus kita lakukan saat ini. Corona yang berusaha mengguncang kestabilan bernegara. Namun jangan hanya memandang sebelah mata. Ingat akan janji-Nya bahwa setiap kejadian pasti ada hikmah di baliknya. Pada awal kedatangannya mungkin menjadi huru hara. Tapi percaya saja, setelah musibah ini punah, akan muncul sifat-sifat indah manusia yang tak sama dengan sebelumnya.

Mari memulai dari diri sendiri untuk sadar diri, memutus persebaran virus mematikan yang tak diingikan. Tak memandang siapapun kalian. Jika kalian merasa menjadi penduduk negara, jangan menutup mata dan menyumbat telinga. Lihat keadaan dan perkuat persaudaraan. Dan akhirkan selalu dengan permohonan kepada Tuhan.

Penulis: Novia Q A (peserta Short Course Citizen Journalist)

Share to

Topik Terkait

Sepak Bola Modern dan Kerinduan Pada Nom...

by May 09 2026

Sepak bola modern adalah dunia yang curiga pada kebebasan. Ia meminta semua orang tahu ruang, tahu w...

Mei, Libur dan Kewajiban untuk Terlihat ...

by May 02 2026

Mei 2026 datang bersama kalender yang tampak terlalu baik hati. Tanggal merah berderet, cuti bersama...

Podcast dan Dunia yang Terlalu Banyak Bi...

by Apr 18 2026

Dunia hari ini tampaknya semakin sulit berdamai dengan sunyi. Jeda kecil dalam hidup segera diisi su...

Politik Di Ujung Jari Generasi Muda

by Apr 15 2026

Hari ini, politik tidak hanya hadir di ruang debat atau panggung kampanye. Ia ada di layar kecil yan...

Sepak Bola, Amerika, dan Dunia yang Tida...

by Apr 11 2026

Sepak bola selalu menawarkan janji yang sama: sembilan puluh menit di mana dunia seolah bisa diseder...

Untuk Mereka yang Mengira Rindu Lebaran ...

by Mar 21 2026

Yth. Siapa pun Anda di luar sana— entah pejabat, pengambil kebijakan, penyusun kalender, atau seka...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top