Abdal Malik Fajar Alam • Oct 10 2021 • 100 Dilihat

Dewasa ini, pendidikan selalu disandingkan dengan harapan untuk menunjang ekonomi manusia. Selanjutnya, perkembangan ekonomi pada gilirannya akan menunjang terwujudnya proses pendidikan yang dibutuhkan dalam perkembangan ekonomi. Ekonomi baru adalah ekonomi yang berdasarkan ilmu pengetahuan. Oleh karenanya, proses pendidikan yang perlu menekankan keseimbangan antara nilai-nilai moral dan etika dengan nilai-nilai ekonomi. Hal tersebut dikarenakan antara nilai-nilai moral, etika, dan nilai-nilai ekonomi mempunyai hubungan timbal balik.
Masalah pendidikan sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari masalah ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kontribusi pendidikan terhadap ekonomi dan pembangunan memiliki peran yang cukup besar dan signifikan. Sudah sepantasnya pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan hanya sebagai konsumsi atau pembiayaan.
Dalam jurnal pendidikan tentang aspek ekonomi dalam pendidikan (Cucu Lisnawati. 2017), menjelaskan mengenai beberapa hal penting termasuk investasi dalam pendidikan. Menurutnya, investasi dalam pendidikan merupakan penanaman modal dengan cara mengalokasikan biaya untuk penyelenggaraan pendidikan serta mengambil keuntungan dari sumber daya manusia yang dihasilkan melalui pendidikan itu. Dalam konteks ini pendidikan dipandang sebagai industri pembelajaran manusia. Artinya, melalui pendidikan akan lahir sumber daya manusia dengan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan negara.
Human Capital (sumber daya manusia) adalah pengetahuan dari seseorang yang memberikan kontribusi dalam suatu aktivitas yang produktif. Pengetahuan didasarkan pada pengetahuan umum ditambahkan dengan penelitian dan penyebaran pengetahuan melalui pendidik kejuruan dan latihan. Investasi (investment) dalam sumber daya manusia ini menghasilkan pengembangan teknologi, produk dan proses produksi yang akan dapat meningkatkan efisien ekonomi.

Sebagai fungsi investasi, pendidikan memberikan sumbangsih berarti dalam kenaikan tingkat kehidupan, kualitas manusia dan pendapatan nasional, terutama dalam hal-hal berikut:
Dari segi kebijakan, Indonesia sudah memberikan porsi lebih untuk pendidikan khususnya dalam kebijakan mengenai pengalokasian anggaran yakni 20% dari total APBN. Melansir data laman resmi Sekretariat Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 telah mengalokasikan dana pendidikan sebesar Rp 444, 131 triliun. Kementerian Agama (Kemenag) memperoleh alokasi terbesar yaitu Rp 52,681 triliun, disusul oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebesar Rp 40,393 triliun, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebesar Rp40,092 triliun. Sisanya tersebar bagi 17 kementerian dan lembaga lain di antaranya Kemenkominfo (Rp 51,614 miliar), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Rp 52,800 miliar), KLH (Rp 99,297 miliar), Kementerian ESDM (Rp 109,756 miliar), serta Kementerian Koperasi dan UKM (Rp 115 miliar).
Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, investasi pada sektor pendidikan juga harus dibarengi dengan beberapa komponen, salah satunya adalah pemanfaatan tepat guna serta pengawasan dalam setiap implementasinya. Jika ini dapat berjalan beriringan dan saling bersinergi, maka akan menjadi modal yang dapat mempengaruhi real income negara di masa yang akan datang.
Tidak ada tempat yang lebih demokratis di era modern selain grup WhatsApp. Semua orang punya hak bic...
Tidak semua rasa cinta pada negara hadir setiap hari. Ada yang muncul hanya ketika perlu—dan Piala...
Lemahnya kontrol sosial merupakan salah satu persoalan krusial yang tengah dihadapi masyarakat Indon...
Dalam beberapa hari terakhir, ada satu lagu yang terus berulang terdengar di telinga saya. Anak saya...
Ada fase dalam hidup ketika seseorang mulai merasa generasi setelahnya sedikit membingungkan. Kalima...
Sepak bola modern terlalu sering jatuh cinta pada wajah yang sama. Kamera selalu tahu ke mana harus ...

Belum ada komentar.