AveSticker

Kekejaman Tuntutan Nikah Wanita

Jun 11 2016843 Dilihat

Pernikahan merupakan hal yang sakral bagi kehidupan manusia. Titik yang menjadi penanda keberlanjutan regenerasi dari sebuah kehidupan. Kecenderungan timbulnya permasalahan dalam pernikahan merupakan sesuatu yang dianggap lumrah dalam kehidupan rumah tangga. Baik karena pihak ke tiga, perbedaan pendapat, perekonomian, ataupun yang lainnya.

Dari hal di atas, pengetahuan seputar pasangan menjadi hal yang penting. Dimana sebuah pernikahan seharusnya dilatari oleh pengetahuan bersama baik kehidupan pria ataupun kehidupan dari sang wanita. Baik bibit, bebet ataupun bobot. Lantas, bagaimana jika pernikahan hanya dilandasi keinginan perseorangan? Utamanya jika tuntutan itu dari pihak perempuan?

Sebagaimana yang kita ketahui, sekitar satu tahun yang lalu, masyarakat digegerkan oleh pasangan yang tidak jadi menikah setelah pacaran selama 6 tahun. Saat sang laki-laki mengucapkan niatannya untuk mempersunting pacarnya, penolakanlah yang diterima. Lebih tragis lagi, penolakan tersebut dilandasi alasan orang tua.

Fenomena lain yang marak di masyarakat adalah posisi wanita yang seperti hobi menuntut agar segera dilamar. Minimal tunangan katanya. Fenomena ini terkesan menarik karena posisi pria selalu tersalahkan. Entah dibilang gak berani, pengecut, atau yang lainnya. Imbasnya adalah banyak bermunculan meme yang isinya sindiran-sindiran tak mengenakkan.

Meme yang menjengkelkan via Cdn.meme

Meme yang menjengkelkan via Cdn.meme

Pertanyaan selanjutnya adalah, “Sebegitu tidak berjuangkah seorang pria?”

Mari analisis dengan rumus matematika kebenarannya?

Jika setiap hari wanita selalu minta ditemui dengan menghabiskan bensin ± Rp. 10.000, dalam setahun saja sudah jelas menghabiskan Rp. 3.650.000. Kencan pada tiap malam minggu akan menghabiskan minimal Rp. 50.000. Artinya, dalam setahun, dengan 48 minggu akan menghabiskan ±Rp. 2.400.000. Dua hitungan tersebut jika ditotal berarti dalam setahun biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 6.050.000. Angka tersebut belum termasuk biaya ban bocor, beli jas hujan, parkir, mampir toilet, atau beli sempol.

Haii wanita!!! Dari mana priamu mendapatkan semua itu?

Jawaban paling rasional adalah dari orang tua dan beberapa hutang.

Demi apa?

Tentu saja demi membahagiakan sang wanita!

Masih belum percaya?

Tanyakan lelakimu!!!

Paparan matematika pacaran di atas menunjukkan bahwa kaum pria yang memiliki pasangan ternyata melakukan perjuangan ngoyo demi keberlangsungan hubungan tersebut. Masihkah wanita mempertanyakan perjuangan para lelaki? Atau hanya menjadi tuntutan wanita untuk menunjukkan kekejamannya? Atau bahkan hanya untuk memutuskan hubungan dengan pasangan lelakinya.

Tuntutan yang sering dilontarkan tersebut menjadikan dilema besar bagi pria. Tidak hanya psikis, bahkan fisikpun ikut terserang. Ingat! Lelaki adalah makhluk yang paling susah untuk berpindah hati, meski mereka mudah untuk berpindah-pindah pasangan.

Arti pertanyaan kapan nikah via Duniaku

Arti pertanyaan kapan nikah via Duniaku

Lalu, siapa yang sebenarnya tersakiti? Benarkah wanita, sebagaimana yang banyak orang gunjingkan? Mari berfikir ulang wahai kaum hawa!

Akhirnya, menjadi kecurigaan penulis bahwa tuntutan nikah wanita bukan demi kebahagian. Tapi untuk alasan kesenangan semata-bahkan mungkin pemenuhan hasrat.

Sadarlah, Wahai Wanita! Seorang pria meminta waktu bukan karena tidak berani, tapi untuk memapankan diri. Bukan karena mengulur waktu, tapi untuk memantaskan waktu.

#MahasiswaBimbinganMasBol

 

Sumber gambar: http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/60744/big/wanita-penasaran130513b.jpg

Share to

penulis gemar merenung, berfikir ke-ESA-an Tuhan dengan fisika.

Topik Terkait

Grup WhatsApp dan Demokrasi yang Terlalu...

by Jun 13 2026

Tidak ada tempat yang lebih demokratis di era modern selain grup WhatsApp. Semua orang punya hak bic...

Menuju Piala Dunia: Nasionalisme yang Da...

by Jun 06 2026

Tidak semua rasa cinta pada negara hadir setiap hari. Ada yang muncul hanya ketika perlu—dan Piala...

Lemahnya Kontrol Sosial dan Ancaman Degr...

by Jun 05 2026

Lemahnya kontrol sosial merupakan salah satu persoalan krusial yang tengah dihadapi masyarakat Indon...

Ketika Satir Menjadi Popularitas: Dari M...

by Jun 02 2026

Dalam beberapa hari terakhir, ada satu lagu yang terus berulang terdengar di telinga saya. Anak saya...

Beberapa Kebiasaan Aneh Gen Z yang Seben...

by May 30 2026

Ada fase dalam hidup ketika seseorang mulai merasa generasi setelahnya sedikit membingungkan. Kalima...

Orang-Orang di Pinggir Lapangan yang Men...

by May 23 2026

Sepak bola modern terlalu sering jatuh cinta pada wajah yang sama. Kamera selalu tahu ke mana harus ...

Belum ada komentar.

Maaf, komentar dinonaktifkan untuk informasi ini
back to top