AveSticker

Karmaphala (Tutur Tinular)

Jan 12 20161.130 Dilihat

Judul: Karmaphala
Produksi: Genta Buana
Sutradara: Muchlis Raya
Pemain: Anto Wijaya, Li Yun Juan, Murti Sari Dewi, Susana Meilia, Piet Ermas, Dian Sitoresmi
Tahun: 1997

Setelah kalah berduel dengan Arya kamandanu, Arya Dwipangga terluka parah sampai mengalami kebutaan. Ia terkena serangan pusaka pedang naga puspa. Dalam perjalanan kesendiriannya, Arya Dwipangga merenung di pinggir danau dalam hutan. Dalam perenungannya, Arya Dwipangga bermimpi bertemu dengan sang ayah, Mpu Hanggareksa.

Dalam mimpi tersebut, Mpu Hanggareksa berpesan kepada Arya Dwipangga agar meminta maaf kepada Mei Shin dan juga Arya Kamandanu beserta orang-orang yang pernah disakiti. Jika hal tersebut sudah dilakukan, kemungkinan besar sakit yang dideritanya tidak akan berlanjut. Setelah kejadian tersebut, Arya Dwipangga beri’tikad untuk meminta maaf kepada Mei Shin dan anak kandungnya.

Selama perjalanannya, Arya Dwipangga jatuh pingsan di pinggir jalan di luar hutan. Mei Shin yang tak sengaja lewat langsung menolong dan dibawa ke Pasuruan untuk diobati. Lama-kelamaan, Mei Shin mulai curiga orang yang ditolongnya adalah Arya Dwipangga. Setelah mengetahui jati diri Arya Dwipangga, Mei Shin kemudian meminta sang paman (Walikadep) untuk merawat Arya Dwipangga.

Ayu Wandira yang beranjak dewasa kini tinggal bersama Nini Ragarunting. Ia berniat pergi ke Pasuruan lantaran ingin bertemu Nini Ragarunting. Sedari awal ia berkeinginan untuk bertapa di gunung guna membersihkan segala dosa-dosa yang diperbuat.

Sesampainya di Pasuruan, Ayu Wandira tidak tahu bahwa ayah kandungnya Arya Dwipangga ada di dalam rumah dan sedang sakit parah. Ia kemudian mencari tahu tentang asal-usul orang asing tersebut. Arya Dwipangga kemudian menceritakan secara jujur kepada Ayu Wandira. Akhirnya, Mei Shin juga menceritakan sejujur-jujurnya kepada Ayu Wandira tentang apa yang telah diperbuat oleh Arya Dwipangga.

Episode ini menceritakan tentang kesalahan yang harus dibayar pada suatu masanya tersendiri. Arya Dwipangga merasakan karmaphala akibat perbuatan yang telah dilakukan. Bahasa halusnya adalah kehidupan juga menekankan adanya sebab-akibat. Jika melakukan sesuatu maka menjadi wajib hukumnya akan menerima konsekuensi yang mengiringinya. Persis ketika kita makan yang mengakibatkan perut kenyang.

Share to

Pantang lari dari gelanggang corong palayu

Topik Terkait

Dear X, Kisah Perempuan Haus Pengakuan

by Jan 07 2026

Film Dear X merupakan karya drama psikologis asal Korea Selatan yang mengangkat sisi gelap kehidupan...

Ajian Malih Rupa (Episode 36)

by Dec 19 2025

Sebelumnya, saat kisruh terjadi ketika Ki Tuntang akan mendapatkan hukuman gantung dari Kerajaan Sim...

Utusan Malwapati (Episode 35)

by Jan 18 2022

Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...

Kidung Cinta Patih Batik Madrim (Episode...

by Jan 14 2022

Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...

Balada Cinta Kalyana Tantri (Episode 33)

by Jan 12 2022

Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...

Pembalasan Dewi Sintawati (Episode 32)

by Jan 10 2022

Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top