Judul: When the Game Stands Tall
Sutradara: Scott Marshall Smith, Thomas Carter
Pemain: Jim Caviezel as Coach Bob Ladouceur, Laura Dern as Bev Ladouceur, Michael Chiklis as Terry Eidson, Alexander Ludwig as Chris Ryan, Gavin Casalegno as Michael Ladouceur, Joe Massingill as Beaser
Produksi: TriStar Pictures
Tahun: 2014

Film When The Game Stands Tall merupakan film inspiratif yang menceritakan tentang sebuah kisah nyata seorang pelatih paling sukses di American Football tingkat SMA. Untuk mengetahui sinopsis serta ulasan lengkap dari film ini, berikut adalah ulasan film When The Game Stands Tall (2014). Cerita dari film ini dimulai saat De La Salle High School Spartans atau DLS tengah melakukan pertandingan untuk meraih sebuah kemenangan ke 151.

Lawan bertanding kali ini adalah Pittsburg High School. Para senior DLS dapat dengan mudah melawan tim sepak bola dari sekolah ini, namun tidak dengan juniornya. Mereka masih terlalu sering terbawa emosi dan tidak bisa menyingkirkan sifat besar kepala serta individualismenya. Satu minggu kemudian, para pelatih mengadakan sebuah pertemuan dan membicarakan bahwa DLS telah melakukan kesalahan karena tidak merekrut semua talenta terbaik yang ada. Bob menyangkal dan berkata bahwa itu bukanlah kesalahanya.

Kesuksesan DLS dalam memenangkan 151 pertandingan secara berturut-turut tidak lain dan tidak bukan adalah karena peranan Bob Ladouceur. Namun, seperti halnya roda kehidupan. Hal-hal buruk pun akhirnya terjadi. Jalan hidup yang sebelumnya indah menjadi sedikit berantakan. Selain itu, hadirnya tawaran melatih dari Stanford untuk Bob juga menimbulkan polemik tersendiri.

Jika kita mereview film When the Game Stands Tall (2014) ini, kita juga akan menemukan beberapa karakter pendukung lain terutama para pemain dari DLS sendiri. Film ini menceritakan bagaimana akhirnya para pemain junior bisa tubuh dewasa dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik melalui sepak bola dan DLS.

Secara keseluruhan, film ini sebenarnya biasa saja. Tidak ada sesuatu yang menonjol baik dari segi kualitas gambar, musik, aktor, maupun lainnya. Inti yang bisa kita ambil dari film ini pun biasa. Namun, perlu anda ketahui, film ini ternyata memakan biaya produksi yang cukup banyak.

Berbagai pertandingan sepak bola sengaja dibuat untuk memproduksi film ini. Secara kritik, film ini banyak menuai tanggapan negatif karena berusaha menggabungkan unsur American Football dengan kisah inspirasional. Meskipun review film When the Game Stands Tall (2014) mengatakan hal seperti itu, tapi banyak juga orang yang senang menonton film ini, justru karena menghadirkan ide tersebut.

Gambar: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/0/0f/When_the_Game_Stands_Tall_poster.jpg