Judul: The Other Side of the Door
Sutradara: Johannes Roberts
Pemain: Sarah Wayne Callies, Jeremy Sisto, Javier Botet, Sofia Rosinsky, Logan Creran, Suchitra Pillai-Malik
Produksi: 42 Kriti Productions
Rilis: 4 Maret 2016

Awal kisah yang cukup bahagia. Sebuah keluarga dengan sepasang suami istri Michael (Jeremy Sisto) dan Maria (Sarah Wayne Callies). Mereka berjalan-jalan di sepanjang pantai di India. Tempat di mana Michael sering melakukan perjalanan untuk pekerjaanya sebagai pemburu barang antik. Keluarga ini akhirnya memutuskan untuk pindah ke sebuah pulau impian di negara tersebut.

Cerita kemudian berlanjut pada masa enam tahun berikutnya. Keluarga mereka bahagia bersama anak perempuannya, Lucy (Sofia Rosinsky). Sampai pada suatu malam, Maria mengalami mimpi buruk mengenai Oliver (Logan Creran), kakak laki-laki Lucy. Kilas balik cerita kemudian kembali menuju masa silam. Beberapa adegan mengerikan ditampilkan untuk menunjukkan detik-detik kematian Oliver. Ia tenggelam karena terjepit dalam kecelakaan mobil. Di saat yang sama semua anggota keluarga selamat kecuali anak laki-laki yang malang itu. Mimpi buruk itu membuat maria semakin rindu kepada puteranya. Rasa penyesalan karena tak mampu menyelamatkan anaknya menyeruak menyelimuti hatinya.

Maria bersikukuh untuk menemui roh puteranya. Ia hendak mengucapkan kata-kata terakhir kepada putera tersayang. Atas saran Piki (Suchitra Pillai-Malik) ia melakukan ritual mistis. Ritual itu ia lakukan di kuil tua di sebuah desa terpencil. Maria memulainya dengan menggali kuburan anaknya. Mengkremasikan mayat sang putera lalu menebar abunya di tangga depan kuil. Ia lalu mendengarkan suara Oliver di balik pintu. Ia mengatakan kepada roh anaknya bahwa ia mencintainya, merindukannya dan mengungkapkan penyesalan karena tak mampu menyelamatkannya.

Dalam ritual itu, Maria hanya diijinkan untuk berbicara dengan roh puteranya dengan pintu sebagai pembatas antara keduanya. Perasaan rindu yang begitu kuat membuat Maria lupa diri. Ia merasa penasaran kemudian melanggar aturan. Pintu itu pun ia buka. Tak dinyana, teror besar datang. Nyawa Maria beserta seluruh anggota keluarga terancam. Portal batas kehidupan dan kematian terbuka begitu lebarnya. Arwah sang putera bahkan hendak membunuh Lucy yang tak lain adalah adiknya sendiri.

Setelah kembali ke Rumah, hal-hal aneh mulai terjadi di rumah keluarga Maria. Berbagai mainan bergerak sendiri. Kayu berjatuhan ke lantai dan mengeja nama Oliver. Lampu-lampu berkedip menyala dan mati dengan sendirinya. Buku terlempar dari rak secara misterius. Piano berbunyi sendiri, memainkan lagu “Heart and Soul” saat tengah malam datang.

Film ini sangat cocok bagi anda yang suka “senam jantung”. Alur cerita dan berbagai adegan mistis akan membuat suasana makin mencekam. Meski demikian, beberapa hal terasa janggal. Rasa rindu dan penyesalan cukup berlebihan jika dijadikan dasar oleh seorang perempuan untuk melakukan ritual mistis demi menemui anaknya. Dominasi Maria dalam perjalanan mistisnya terkesan mengeliminir peranan Michael sebagai suami sekaligus kepala keluarga.

Sumber gambar: kvltzine.com