Judul: Perencanaan Pembangunan Daerah: Kajian dan Aplikasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Penulis: M. Safi’i
Penerbit: Averroes Press
Tahun: 2009
Tebal: 189
ISBN: 9793997222

Teori-teori pembangunan yang ada sekarang ini tidak mampu menjelaskan kegiatan-kegiatan pembangunan daerah secara tuntas dan komperehensif. Karenanya dibutuhkan suatu pendekatan alternatif untuk kepentingan perencanaan pembangunan daerah. Ialah sebuah pendekatan yang merupakan sintesis dan perumusan kembali konsep-konsep yang telah ada. Pendekatan yang memberikan dasar bagi kerangka pikir dan rencana tindakan yang diambil dalam konteks pembangunan daerah.

Perencanaan Pembangunan Daerah

Dalam konteks perencanaan pembangunan daerah, mutlak diperlukan visi misi, tujuan, kerangka dan agenda yang jelas dan terukur agar proses pembangunan daerah bisa lebih terfokus terutama dalam rangka memanfaatkan sumberdaya manusia dan alam yang dimiliki. Dasar-dasar itu merupakan pijakan utama untuk melangkah lebih lanjut dalam perumusan dan penentuan program-program pembangunan yang lain.

Buku ini disusun dalam dua perspektif. Selain menyajikan secara konseptual tentang pembangunan dan perencanaan pembangunan daerah juga dilengkapi contoh praktis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai bahan referensi kajian perencanaan pembangunan umumnya.

Perencanaan pembangunan menjadi suatu bagian tak terpisahkan dari sistem pemerintahan dan pembangunan di negara manapun. Perencanaan pembangunan daerah merupakan suatu usaha yang dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat baik yang bersifat komprehensif maupun yang bersifat parsial. Pentingnya perencanaan pembangunan daerah berangkat dari kenyataan bahwa mekanisme pasar tidak selalu mampu mewujudkan seluruh keinginan pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat, penghapusan kemiskinan, pemerataan pembangunan, penyediaan prasarana dan sarana sosial, pengendalian dan stabilitas.

Tuntutan Kebutuhan, bukan Keinginan

Faktor lain yang mendorong pentingnya perencanaan pembangunan daerah adalah adanya tuntutan kebutuhan untuk mempercepat laju perkembangan tingkat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan perencanaan pembangunan daerah, maka tujuan pembangunan nasional dapat dipadukan dengan tujuan dan kondisi spesifik daerah. Aspirasi masyarakat dari bawah ditampung dan diakomodasikan.

Kesemuanya itu dapat mempertinggi efisiensi, efektivitas, produktivitas serta kemandirian yang dapat mewujudkan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab. Bertitiktolak dari hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa perencanaan pembangunan daerah sangat urgen dan menempati posisi yang strategis dalam rangka pelaksanaan pembangunan daerah.

Perencanaan dapat diumpamakan sebagai suatu jembatan yang menjadi penghubung antara masa sekarang dengan masa datang yang hendak dituju. Sekiranya jembatan itu hendak dibangun berarti kita telah mengetahui di mana kita berada, apa yang harus dilakukan dan kemana hendak pergi.

Suatu perencanaan merupakan tindakan pengambilan keputusan di depan, mengenai apa, bagaimana, bilamana dan siapa yang berkaitan dengan sesuatu kegiatan dalam mencapai tujuannya. Dalam mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik, Pemerintah harus menyelenggarakan pembangunan yang mendapat dukungan dan bantuan sepenuhnya dari seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan dilaksanakan secara sadar dan penuh rasa tanggung jawab serta terintegrasi.

Apakah yang dimaksud dengan perencanaan pembangunan daerah? Seperti apakah perencanaan yang disusun di daerah? Bagaimana melakukan perencanaan pembangunan suatu daerah secara efektif dan sesuai kondisi dan kebutuhan daerah bersangkutan? Di mana posisi perencanaan pembangunan daerah dalam konteks perencanaan pembangunan nasional?

Berbagai pertanyaan tersebut di atas sedikit banyak menjadi dasar penyusunan buku ini. Dalam hal ini akan dibahas dan disertai dengan contoh aplikasi perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, di mana hal tersebut merupakan gambaran dari suatu kompleksitas dalam memahami pengertian perencanaan pembangunan daerah itu sendiri.