Judul: Neerja
Sutradara: Ram Madhvani
Pemain: Sonam Kapoor, Shabana Azmi, dan Shekhar Rajviani
Produksi: Fox Star Studio
Rilis: 19 Februari 2016

Neerja adalah salah satu mega proyek bollywood untuk menguatkan cengkraman di dunia box office. Film garapan sutradara Ram Madhvani ini mulai rilis di India dan Amerika pada 19 Februari kemarin. Deretan nama beken macam Sonam Kapoor, Shabana Azmi, dan Shekhar Rajviani turut terlibat dalam film ini.

Film ini diambil dari kisah nyata kepahlawanan seorang pramugari. Pada tahun 1986, sebuah penerbangan maskapai pesawat Pan Am dibajak di Pakistan. Neerja Bhanot adalah pramugari yang merelakan nyawa untuk menyelamatkan penumpang. Kisah heroik Neerja hingga kini selalu dikenang di dunia penerbangan India, bahkan internasional.

Jalan Cerita

Neerja Bhanot (Sonam Kapoor) adalah seorang gadis cantik yang baru saja lulus dari sebuah Universitas Katolik. Ia dibesarkan di keluarga sederhana yang selalu mendukungnya dalam hal apapun. Ia tak pernah kekurangan kasih sayang dari orang tuanya. Dengan kecerdasan dan ditunjang dengan paras cantiknya, ia kemudian bekerja sebagai seorang pramugari di perusahaan penerbangan Pan Am milik Amerika.

Suatu ketika, Neerja dijadwalkan terbang menuju New York. Sebelum penerbangannya, ia tak lupa berdoa dan meminta restu kepada orang tuanya. Bersama sekitar 359 penumpang dan 13 awak kru Pan Am Flight 73, Neerja terbang dari Mumbai menuju New York. Namun sebelum sampai di New York, pesawat harus transit terlebih dahulu di Karachi, Pakistan.

Tragedi dimulai ketika pesawat akan take-off. Neerja melihat beberapa teroris yang sedang menyamar menjadi staf keamanan bandara menaiki pesawat. Melihat hal tersebut, Neerja seketika menyalakan tombol alarm peringatan. Sontak saja dalam hitungan detik para pilot dan beberapa crew langsung menyelamatkan diri. Sayangnya, Neerja bersama penumpang tetap terisolasi di dalam pesawat.

Setelah mengetahui bahwa para pilot sudah pergi meninggalkan pesawat, para teroris naik pitam. Mereka mengancam akan membunuh semua warga Amerika yang ada di dalam pesawat jika pilot tidak segera kembali. Konon, para teroris yang juga anggota organisasi Abu Nidal ini bertujuan untuk melakukan flaying bomb ke Kantor Kementerian Pertahanan Israel dengan pesawat tersebut. Mereka menuntut pembebasan 1.500 warga Palestina yang dipenjara Israel.

Kondisi semakin mencekam tatkala seorang warga Amerika naturalisasi keturunan India menjadi korban penembakan. Para penumpang lain menjerit, situasi semakin tak karuan. Melihat hal tersebut, Neerja meminta penumpang tenang dan mematuhi permintaan penyandera. Ia kemudian menyajikan kopi dan roti dengan melemparkan senyum manis dari bibirnya.

Para teroris kemudian memerintahkan awak kabin mengumpulkan semua paspor penumpang. Mereka berniat mencari warga Amerika sebagai sasaran berikutnya. Dengan kecerdikannya, Neerja kemudian meminta awak kabin untuk menyembunyikan beberapa paspor milik orang Amerika. Setelah terkumpul, paspor tersebut disembunyikan di beberapa tempat, mulai dari bawah kursi hingga dibuang ke toilet.

Setelah beberapa jam penyanderaan, listrik di pesawat tiba-tiba mati. Semua orang mulai panik, tak terkecuali para teroris. Negosiasi dengan pihak pemerintah selama 15 jam tak membuahkan hasil apapun. Teroris kemudian melancarkan tembakan membabibuta ke segala arah.

Penembakan tersebut membuat beberapa penumpang tewas. Neerja tertembak lengannya. Namun, ia masih sempat membuka pintu darurat untuk pelarian para penumpang. Setelah mendapat komando dari Neerja, para penumpang mulai berhamburan keluar dari pesawat. Hingga akhirnya, Neerja tertembak setelah menggunakan punggungnya sebagai tameng tiga anak kecil. Ia terbunuh seketika.

Atas Nama Pengorbanan dan Dedikasi

Kisah nyata yang kemudian difilmkan ini memberikan pesan betapa besar pengorbanan yang dilakukan oleh Neerja. Gadis berumur 23 tahun yang seharusnya mempersiapkan diri untuk menikmati hidup ini rela berkorban untuk keselamatan banyak orang. Ia tak beranjak, meski memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri.

Neerja mengajarkan bahwa dedikasi pada suatu pekerjaan adalah sesuatu yang luhur. Ia mendedikasikan segala yang dimilikinya untuk fokus melakukan tugasnya, meski nyawa adalah taruhannya. Dari Neerja, kita diajarkan bagaimana bekerja sebenarnya, bukan bagaimana sebenarnya bekerja. Apalagi hanya sekedar menjawab pertanyaan kerja apa.

Dedikasi akan menjadikan kita lebih mencintai dan bertanggung jawab pada pekerjaan. Kiranya tak perlu terlalu memperdebatkan idiom pintar kerja dan kerja pintar. Karena Neerja mengajarkan bekerja tanpa banyak berkata. Ia tetap tersenyum, meski didepannya maut mengintai. Ia adalah pengecualian-dari sekian banyak orang yang berdebat tentang tanggung jawab dan pekerjaan.

 

Sumber gambar: http://images.indianexpress.com/2016/01/sonam-kapoor-neerja-759.jpg