avepress.com didirikan tiga tahun lalu oleh anak-anak muda di Malang dengan maksud untuk menjelajah kebudayaan, membicarakan yang ada di pinggiran dan mengangkatnya ke permukaan. Namun kami hanya berhasil menyajikan beberapa edisi saja, setelah itu sungguh-sungguh kami tersiksa dalam kenyataan “hidup segan mati tak mau.”

Setelah lama kehilangan gairah untuk menulis di avepress.com, akhir bulan puasa ini, kami kembali ingin menghadirkan avepress.com kepada Anda dengan beragam topik. Kehendak untuk membicarakan yang ada di pinggiran tetap diakomodasi –sebagai niat dasar kami mendirikan avepress.com– tanpa mengesampingkan beragam topik lain yang ingin diangkat secara random. Berbagai artikel khususnya di bulan-bulan pertama kebangkitan kami ini akan Anda lihat tampil secara manasuka alias arbitrary. Itulah konsekuensi blog yang dikerjakan bersama-sama, walau tetap saja kami merasa harus mengoordinasikan para penulis tersebut termasuk juga menulis editorial ini, layaknya sebuah majalah ‘beneran’, untuk pembaca.

avepress.com kini bukan lagi merupakan Majalah Kebudayaan Online dengan satu pintu keredaksian, melainkan dikerjakan bersama-sama dengan beragam penulis dengan beragam topik. Kami belum tahu betul apakah pilihan seperti ini akan bisa membawa avepress.com bermanfaat buat masyarakat, buat Anda semua, tapi setidaknya pilihan seperti inilah yang paling rasional bisa kami kerjakan. Agar kami tidak lagi hidup dalam peribahasa, “hidup segan mati tak mau.”

Karena itulah, agar penyajian kami bisa tetap berada dalam real kualitas dan bermanfaat buat masyarakat, kritik dan saran, masukan positif kami nantikan.

Tak lupa, mengakhiri pesta Ramadlan 2010 ini, seluruh awak redaksi dan penulis avepress.com mengucapkan “Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin.”

Redaksi avepress.com

3 COMMENTS

  1. […] ini banjir ucapan selamat lebaran meluap-luap lewat SMS, facebook, Twitter, millis, Blog dan media jejaring sosial lainnya yang saya miliki. Sampai-sampai saya tidak bisa lagi mendeteksi […]