Bulan Ramadhan merupakan bulan umat Rasullah Muhammad yang tidak ada hijab antara makhluk dengan Tuhan. Dalam hadist qudsi ibadah puasa rahasia manusia denganKu, betapa istimewanya puasa sehingga yang mengganjar langsung Allah SWT. Bulan Ramadhan mengandung dua keberkahan yakni waktu buka tiba dan waktu di akhirat.

Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari, ada yang suka ada juga yang sedih. Menurut Al Imam Al Ghozali tingkatan orang berpuasa ada 3 yaitu : 1. Puasanya orang awam ( hanya sekadar menahan lapar dan dahaga), 2. Puasanya orang khusus (orang- orang sholeh), 3. Puasanya golongan khusus dari yang khusus (para rosul, nabi dan wali). Mereka yang gembira bukan karena telah usai bulan Ramadhan, tapi bisa jadi karena merasa mampu menjalankan puasa secara penuh. Mereka yang sedih, karena belum maksimal amalannya di bulan Ramadhan kali ini.

***

Penulis teringat ketika masih usia sekitar 5 tahun. Waktu itu tidak ikut sahur, namun karena seorang kakak memotivasi dengan berbuka sate kambing, penulis pun menerima tantangan. Dengan lapar yang luar biasa, penulis buat tidur seharian sampai kumandang adzan maghrib tiba. Kenangan itu sangat lekat di ingatan sampai sekarang, penulis sangat bersyukur bisa mengalami hal itu. Karena beda halnya kalau di keluarga yang kurang mampu. Betapa mereka setiap hari harus mengencangkan ikat pinggang, untuk menahan lapar dan tidak ada yang mengasih hadiah buka sate kambing.

Bagaimana nasib saudara-saudara kita yang hidup “puasa” setiap hari sepanjang tahun atau bahkan sepanjang hayatnya. Mungkin Tuhan memerintahkan kita untuk menjalankan ibadah puasa, untuk melatih diri menoleh ke saudara- saudara kita yang kurang mampu. Jika kita keluar dari bulan Ramadhan masih ada tetangga yang kelaparan, sedang kita menikmati sate kambing. Maka sesungguhnya siksaKu sangat Keji.

1 COMMENT