Judul: Moral Pendidikan di Era Global, Pergeseran Pola Interaksi Guru-Murid di Era Global
Penulis: Muhammad Zainur Roziqin
Penerbit: Averroes Press
Tahun: 2007
Tebal: 320
ISBN: 9793997125

Pendidikan merupakan sebuah kewajiban bagi umat muslim. Pendidikan berfungsi sebagai media tempat berlangsungnya proses interaksi sosial antara guru dan murid. Dalam konteks penelitian pola interaksi guru dan murid di sekolah-sekolah NU ini muncul sikap yang bukan merupakan bagian dari etika pendidikan.

Pola Interaksi Guru-Murid

Adalah sikap ngelamak di sebagian anak-anak muda terutama yang duduk di bangku SLTA saat ini sepertinya sudah menjadi tren di SMA Bunga Mawar Kota Malang, sikap demikian semakin lama dianggap sebagai sikap yang biasa dan bukan merupakan sesuatu yang memprihatinkan. Demikian pula dengan kenyataan yang terjadi di SMA Bunga Melati di Kabupaten Malang di mana terdapat kecenderungan sebagian siswa untuk berinteraksi dengan gurunya tanpa dilandasi dengan etika dan sopan santun.

Berkaitan dengan latar belakang di atas buku ini berusaha untuk menjawab tiga pertanyaan pokok. Pertama, bagaimana pola interaksi yang terjadi antara guru dan murid di sekolah-sekolah NU. Kedua, bagaimana sistem nilai yang mempengaruhi pola interaksi guru dan murid di sekolah-sekolah NU. Ketiga, bagaimana strategi yang dilakukan guru dalam menanamkan nilai-nilai keislaman terhadap murid-murid di sekolah-sekolah NU.

Temuan Penelitian

]Temuan penelitian yang paling pokok adalah bahwa secara umum ditemukan pola pergeseran perilaku murid terhadap guru, dan juga guru terhadap murid yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pendirian berbagai sekolah di bawah naungan Lembaga Maarif NU tersebut.

Memang secara ideal mereka menyepakati bahwa nilai-nilai lama sangat baik dan perlu dipertahankan. Namun karena berbagai faktor penyebab yang tidak mampu mereka hindari, seperti derasnya gelombang globalisasi dengan berbagai media dan tontotan yang mereka adaptasi serta realitas masyarakat secara umum yang bergerak ke arah pragmatisme dan materialisme, nilai-nilai ideal itu sulit diwujudkan di tengah arus modernisasi ini.

Adapun kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, pola interaksi yang terjadi antara guru dan murid di sekolah-sekolah di bawah naungan NU (di bawah payung Ma’arif) mengalami pergeseran yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan pola interaksi guru dan murid di masa lalu. Namun demikian berbagai kasus dalam penelitian yang dilakukan SMA Bunga Melati dan Bunga Mawar tidak mencerminkan pergeseran secara keseluruhan, di mana fenomena pergeseran sikap tersebut hanya kasuistis.

Kedua, sistem nilai dan tradisi yang dikembangkan NU melalui LP Ma’arif NU hanya sangat sedikit yang mampu membentuk pola interaksi guru dan murid di sekolah-sekolah yang diteliti ini. Tren murid meniru tingkah laku di luar guru dan orang tua yang sebagian besar masih memiliki referensi moral yang bagus sangat menggejala. Ketiga, menghadapi realitas itu sebenarnya beberapa kalangan guru sudah menyadarinya. Di samping selalu mengeluh prihatin atas kondisi yang ada, ada pula beberapa strategi yang berusaha ditanamkan kepada anak didiknya agar nilai-nilai ke-NU-an tetap mereka pahami dan laksanakan di masyarakat. Kedua sekolah yang dimaksud, misalnya, masih berusaha menggalakkan kegiatan istighosah, diba’an, tahlilan, yasinan atau bermain musik qasidah yang dikenal merupakan kegiatan-kegiatan yang bernuansa ke-NU-an.

1 COMMENT