Siang itu, saya sedang menonton infotainment di salah satu televisi swasta. Setengah jam berlalu, saya mulai menyadari bahwa artis muda Indonesia memang cantik-cantik. Sayangnya, berita tentang artis sekarang lebih banyak menampilkan sensasi-sensasi geje daripada prestasi. You know Geje?!

Hampir sama dengan isu di negeri ini yang hampir setiap minggu berubah. Minggu kemarin kasus KPK vs Polri, minggu selanjutnya kasus begal, besoknya sudah berganti tragedi Haji Lulung dan diteruskan kegiatan netizen promosi #SaveHajiLulung. Bedanya, artis mencari sensasi untuk mengejar dan menaikkan popularitas. Sedangkan, pejabat pemerintah mencari sensasi untuk menutupi kasus yang belum tuntas. Dasar payah!

***

Sebagai seorang makhluk yang memiliki hasrat berbatang-batang, laki-laki memang tidak bisa dipisahkan dengan keinginan memiliki wanita secantik-cantiknya dan sebanyak-banyaknya. Ibarat pepatah lama berucap, “Yang namanya kucing, dikasih ikan seberapapun pasti habis.” Pepatah tersebut menegaskan keberingasan dan kerakusan laki-laki seperti saya akan hasrat alias libido.

Setelah berkutat dengan AvePress.com selama beberapa hari, hampir tiap malam saya selalu bermimpi indah. Bagaimana tidak, hampir tiap menulis resensi film pikiran saya selalu terbayang-bayang wajah pemeran wanita di film yang bersangkutan. Mungkin ini yang dimaksudkan dengan proses condensation oleh Paman Freud dalam teori tentang mimpinya. Dari sekian banyak mimpi yang saya alami, berikut adalah beberapa yang masih melayang-layang di pikiran.

Katrina Kaif dan Sari Merah

Sore itu hujan turun di sepanjang Sungai Gangga. Di sekeliling sungai sudah hampir penuh dengan warga yang sedang berdoa dan memberikan salam kepada para dewa. Salah satu warga menoleh ke arah saya, ia tersenyum simpul sambil mengedipkan mata beberapa kali. Dengan pengalaman yang saya miliki, saya bisa tahu bahwa wanita tersebut sedang mencoba memberikan kode. Akhirnya saya turun dan mendekatinya.

Setelah lebih dekat, alamak, yang dari tadi memberikan kode tersebut adalah dia, Katrina Kaif. Sang pujaan hati yang biasanya saya lihat di Youtube. Ia terlihat begitu cantik nan mempesona dengan sari berwarna merah. Beberapa saat kemudian ia mengulurkan tangannya dan berkata, “Mas, sini ayo doa bersama agar segera diberikan momongan”. Terkejut, haru, bingung, sedih, bahagia campur aduk jadi satu. Terima kasih, Tuhan, telah memberikan aku kesempatan mimpi menjadi suaminya sesaat.

Menjadi Seorang Kim Tan

Bel sekolah berdering pertanda jam pelajaran telah usai. Saya merapikan peralatan sekolah dan bergegas untuk pulang. Ketika melangkah keluar kelas, tiba-tiba ada yang menepuk pundak dengan bagitu keras. Saya menoleh ke belakang “Hei Kim Tan, jadi jalan-jalan ke Namsan Seoul Tower-kah?” Tepat, saya adalah Kim Tan sang pewaris kekayaan Grup Jeguk. Ahh, alangkah beruntungnya Lee Min Ho ketika tahu bahwa saya adalah orang yang menggantikan perannya. Apalagi si Eun Sang alias Park Shin Hye yang sedang berdiri di depan saya ini, dia pasti senang ketika bulan madu nanti saya ajak ke Bengawan Solo dan makan klotok ikan wader.

Semalaman bersama Syahrini

Khusus mimpi yang ini tidak akan saya ceritakan, kapan-kapan saja.

[fresh_one_half][fresh_alert color=”green”]Tulisan ini ditujukan sebagai motivasi kepada semua kontributor dan calon kontributor AvePress.com agar semakin semangat dan bergairah![/fresh_alert][/fresh_one_half]

4 COMMENTS