Judul: Menolak Pembangunanisme
Penulis: Saiful Arif
Pengantar: Dr Mansour Faqih
Penerbit: PUSPeK Averroes dan Pustaka Pelajar
Tahun: 2000
Tebal: 356
ISBN: 9799289319

Pada mulanya bagi negara-negara Dunia Ketiga, pembangunan memang satu hal yang harus dilakukan untuk menciptakan tatanan hidup masyarakat yang sejahtera. Namun kenyataannya sangat ironis saat pembangunan ternyata tidak hanya merupakan transformasi fisik dari negara maju ke negara berkembang, namun dari transformasi fisik itu sendiri tersimpan nilai-nilai dan pesan yang seringkali kontraproduktif dengan nilai dan budaya lokal negara berkembang.

Menolak Pembangunanisme

Kejayaan Kapitalisme

Selesainya konflik vertikal antara komunisme-kapitalisme, lebih lanjut memosisikan komunisme sebagai ideologi yang nyaris punah di belahan dunia ini. Menyusul semakin meluasnya rezim kapitalisme sebagai satu-satunya sistem perekonomian dunia.

Kapitalisme dengan berbagai alternatif dan ornamen yang ditawarkan telah membuktikan pada dunia bahwa ia adalah sebuah sistem yang seolah tidak lapuk akan perubahan zaman. Berbeda dengan komunisme yang terkesan rigid dalam memberikan respon pada perubahan zaman, akhirnya banyak dihina, dicerca dan kemudian ditinggalkan.

Jatuhnya rezim komunis di Eropa Timur di penghujung tahun 1989, adalah kejadian yang memberikan pengaruh yang sangat penting bagi rentetan peristiwa serupa selanjutnya, dan seperti ditiup angin akhirnya satu persatu negeri-negeri sosialis-komunis berjatuhan.

Kehancuran Uni Soviet sebagai simbolisasi rezim komunisme, dengan demikian adalah susutnya kepercayaan terhadap sosialisme. Bahkan di negara yang semula menginternalisasinya sebagai ideologi yang kaku, baik Uni Soviet maupun negeri-negeri komunis lainnya, telah berantakan oleh mekanisme perubahan yang berlangsung dalam sistem komunisme itu sendiri.

Fenomena ini menjadikan dunia menempatkan kapitalisme sebagai bagian penting dalam setiap pembahasan dan perdebatan persoalan ekonomi. Perekonomian dunia menjadi satu kekuatan integral yang tidak terpisahkan dalam satu atap ideologi, yakni kapitalisme.

Apalagi seperti kita ketahui bahwa dunia di penghujung abad ke-20 sedang digerakkan oleh dua arus. Pertama, didorong oleh teknologi dan komunikasi serta perdagangan yang cenderung mengarahkan integrasi ekonomi yang terus membesar. Kedua, kecenderungan bangkitnya kembali pemisahan etnis yang kini ditandai runtuhnya keyakinan transenden itu.

Pembangunan Ekonomi Orba

Buku ini merupakan ringkasan dari skripsi yang ditulis penulis di FISIP UMM tahun 2000. Kajiannya mencakup variabel ekonomi pendukung sistem kapitalisme yang termasuk sebagai pendukung developmentalisme; sejauh mana korelasi sekaligus kesamaan antara variabel ekonomi sistem kapitalisme dan developmentalisme.

Kajian secara khusus adalah tentang pengaruh dari developmentalisme dalam memberikan kontribusi peningkatan dan perbaikan kesejahteraan ekonomi yang ada di Dunia Ketiga, termasuk Indonesia di masa Orba, sekaligus uraian tentang masalah-masalah yang ada di sekitar wacana developmentalisme.

Buku ini dengan demikian menjelaskan format dan strategi yang digunakan oleh pemerintah Orba dalam melakukan pembangunan ekonomi. Dan yang terpenting adalah untuk memberikan analisa kritis tentang korelasi positif antara variabel-variabel sistem ekonomi kapitalisme dan developmentalisme terhadap strategi pembangunan ekonomi yang digunakan pemerintah Orba sekaligus menguraikan kontribusi positif dan negatif yang ditimbulkannya.

10 COMMENTS