Judul: Kemiskinan Dunia Ketiga, Menelaah Kegagalan Pembangunan di Negara Berkembang
Penulis: Rudolf H. Strahm
Penerjemah: Rudy Bagindo, dkk
Penerbit: Pustaka Cidesindo Jakarta
Tahun: 1999
ISBN: 9796380528

Bahwa pembangunan yang diselenggarakan negara Dunia Ketiga lebih bisa dikatakan gagal ketimbang sebaliknya adalah sebuah fakta yang tak terbantah. Pembangunan yang pada mulanya bercita-cita untuk mengentaskan kemiskinan, mempersempit kesenjangan dan memenuhi tuntutan kesejahteraan pada akhirnya harus menemui kenyataan pahit.

Pembangunan sebagai Sumber Masalah

Pembangunan tidak saja gagal menjawab tuntutan menaikkan kesejahteraan orang per orang di suatu negara, lebih jauh lagi pembangunan justru berhasil melahirkan masalah-masalah lain seperti kemiskinan, lebarnya jurang kesenjangan, terperangkapnya negara Dunia Ketiga ke dalam utang pada IMF dan Bank Dunia dan sebagainya.

Jika saja ada yang membantah kenyataan ini, barangkali perlu diperiksa kembali dari perspekif apa ia melihat keberhasilannya. Pembangunan adalah untuk menyejahterakan rakyat, sementara gara-gara pembangunan rakyat justru terkorbankan demi kepentingan-kepentingan eksploitatif dan menindas pembangunan. Pembangunan diposisikan sebagai alternatif yang tak bisa ditolak, yang dengan demikian menjadikan pembangunan sebagai tawaran mutlak pemecah masalah.

Kita barangkali paham betul bahwa pembangunan memang dibutuhkan untuk memecahkan berbagai masalah sosio-ekonomi, seperti kemiskinan, kesenjangan, pengangguran dan sebagainya. Namun pemahaman oleh negara Dunia Ketiga justru tampak dibiarkan begitu saja tanpa kritik yang serius. Bagi negara Dunia Ketiga, juga Indonesia, ternyata kehadiran pembangunan yang diasumsikan untuk tujuan-tujuan tersebut, dalam banyak realitas justru berbalik menempelak muka sendiri.

Inilah yang menjadikan mengapa pembangunan ujung-ujungnya memproduksi masalah-masalah yang kontraproduktif dengan tujuan pembangunan itu sendiri. Sehingga dengan demikian, pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa sungguh-sungguh memahami jika pada akhirnya pembangunan justru rajin memproduksi masalah-masalah sosial, ekonomi, politik, dan juga kebudayaan?

Cukup Relevan

Edisi asli buku ini memang terbit kali pertama lebih kurang lima belas tahun lalu (1985). Ia telah dicetak 9 kali di negara yang terkenal dengan keunggulan teknologinya, Jerman. Bahkan buku yang berjudul asli Warum sie so arm sind ini konon banyak dipergunakan banyak sekolah di Jerman. Edisi Indonesia yang dikerjakan oleh Rudy Bagindo (mahasiswa Indonesia di Jerman) tahun 1995. Karena isinya sekurang-kurangnya dianggap relevan dengan apa yang sedang terjadi di Indonesia, maka oleh CIDES dipublikasikannya. Dan memang, buku ini menjadi jelas dan kuat relevansinya jika kita jadikan bahan untuk mengkaji situasi ekonomi Indonesia hari ini.

Apalagi ketika suguhan demi suguhan persoalan dalam buku ini pasti dilengkapi dengan gambar, tabel dan segala macam ilustrasi agar pembaca tidak terlalu sulit untuk menerjemahkan kalimat-kalimat yang merentet. Sederhana tapi tetap tidak mengurangi kualitas data yang disajikan (tahun 1980an) untuk kepentingan menganalisis realitas di negara Dunia Ketiga dari tahun ke tahun.