Judul: Matinya Dunia Cyberspace: Kritik Humanis Mark Slouka terhadap Jagat Maya
Penulis : Astar Hadi
Pengantar : Astar hadi
Penerbit: LKiS Yogyakarta
Cetakan I: Agustus 2005
Tebal: 238 halaman
ISBN : 979-4851-31-7

Menapak Jejak Cyberspace

Dunia yang diyakini oleh manusia kini sudah mencapai dua tahap perkembangan. Tahap pertama, ditandai dengan digantikannya energi semua makhluk hidup dengan energy mekanis (uap, minyak, listrik dan atom). Pengeruh dari perubahan energy mekanis ini menjadi awal dari perubahan fundamental dalam proses produksi.

Tahap kedua, bukan hanya diindikasikan sebagai fungsi living energy menuju mechanical energy melainkan digantikannya human thought (pikiran manusia) menjadi the thinking of machine (pikiran mesin) (hlm. 1).

Cyberspace diperkenalkan pertama kali oleh seorang novelis fiksi ilmiah William Gibson dalam bukunya Neuromancer. Dia mendefinisikan cyberspace sebagai sebuah halusinasi yang dialami oleh jutaan orang setiap hari yang berupa representasi grafis yang komplek dari data dalam system fikiran manusia yang diabstraksikan dari bank data setiap computer.

Cyberspace, dunia yang riuh dengan berjuta imajinasi dan beribu fantasi. Inilah semesta tanpa batas, tempat berbagai mesin hasrat bekerja, dengan segala kegilaan, neurotic, dan narsismenya (sinyopsis).

Jaringan Komunikasi

Bisa dikatakan bahwa peristiwa ini merupakan peralihan umat manusia yang telah sampai pada penjelajahan global, sebuah petualangan jagat raya yang melampauin relaitas melalui dunia maya dimana fenomena tersebut seringkali disebut dengan realitas virtual (virtual reality).  Realitas virtual memberikan janji dan jaminan dari pada sekedar  nihilism atau “realitas kosong”. Inilah yang disebut dengan dunia cyber space yang sedang menguasai dunia manusia.

Cyberspace sebagai suatu bentuk jaringan komunikasi dan interaksi global dengan bangga menawarkan system nilai dan bentuk komunikasi,  yaitu komunikasi virtual.  Perkembangan dunia cyberspace dianggap sebagai penyelesaian masalah terhadap segala keterbatasan manusia untuk mengembara dalam berbagai bentuk realitas tanpa batas. Ekplorasi cyberspace akan  sangat menarik dan banyak membuka kemungkinan dan kesempatan, akan tetapi juga akan memberikan  tantangan baru yang belum pernah dialami manusia.

Kritik Mark Slouka

slouka menyatakan bahwa dalam suatu pergaulan dengan dunia media, lebih – lebih dunia cyberspace akan membentuk menusia yang mulai merendahkan pentingnya relitas fisik yang sebanarnya atau lebih tepatnya akan menghilangkan dunia yang sebenarnya (hlm. 117).

Menurut Slouka (1999:55) Cyberspace, akan berkembang dan meluas dan secara fundamental, menggasak definisi-definisi lama kita tentang dunia fisik, tentang identitas dan komunitas. Kita akan tercerai dari tubuh, jiwa kita akan merasuki computer yang mewujudkan imajinasi kita (atau memungkinkan kita untuk mengalami imajinasi orang lain), dan kita akan saling bersua dalam dunia maya dengan kaidah-kaidahnya sendiri (hlm. 122).

Kondisi ini akan menimbulkan penguasaan yang dilakukan oleh dunia cyber untuk menghilangkan dunia realitas yang sebanarnya sehingga umat manusi hanya akan hidup dalam dunia imajinasi. Selain itu, umat manusia akan semakin menghilang dari keberadaanya di dunia karena sudah tergantikan oleh  media cyberspace dan semakin menghilangkan komunikasi antar manusia itu sendiri.

Buku ini sangat menarik untuk dikaji dan dipelajari walaupun banyak kata-kata didalamnya yang masih membingungkan untuk difahami karena mengandung banyak kata-kata popular dan banyak kutipan yang diberikan dalan buku tersebut.

Demikian resensi buku ini semoga bermanfaat.