Judul: The Huntsman: Winter’s War
Sutradara: Cedric Nicolas-Troyan
Pemain:  Charlize Theron, Chris Hemsworth, Jessica Chastain, dan Emily Blunt
Produksi: Roth Films dan Universal Picture
Rilis: 22 April 2016

Sejak lama, dongeng-dongeng klasik macam Putri Salju banyak dipahami oleh semua lapisan masyarakat. Pertentangan antara yang baik dan buruk menjadi cerita yang disuguhkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Cerita macam tersebut seyogyanya difungsikan sebagai pola penanaman akan pentingnya nilai-nilai kebaikan. Lantas bagaimana jika cerita yang sudah menjadi pakem macam diatas kemudian dikisahkan tanpa tokoh utama? Apa yang dapat diambil dari pertentangan antara para penyihir yang terlanjur terstereotip jahat?

Dengan mudah, dua pertanyaan tersebut akan dapat diketemukan jawabannya di film The Huntsman: Winter’s War. Film yang notabene adalah prequel dari cerita Snow White and the Huntsman ini secara sengaja menghilangkan karakter utama, Sang Putri Salju. Sejatinya, penghilangan karakter sentral snow white bukan tanpa alasan. Kasus perselingkuhan yang melanda Kristen Stewart (pemeran snow white) adalah alasan logis hilangnya karakter snow white di film ini.

Jalan Cerita

Film ini mengisahkan setting waktu jauh sebelum munculnya Snow White sebagai protagonista. Ratu Ravenna adalah istri seorang raja yang hidup dan memimpin rakyatnya. Suatu ketika, karena ingin menguasai kekuasaan, Ratu Ravenna tega membunuh suaminya. Ia pun menahbiskan diri menjadi pemimpin tertinggi rakyatnya.

Setelah memimpin beberapa waktu, kegelisahan mulai muncul dalam diri Ratu Ravenna. Adalah cermin ajaib yang memberitahukan bahwa kecantikan yang dimilikinya kalah dengan kecantikan bayi dari adiknya sendiri, Freya. Dengan cerdik, Ravenna kemudian menjebak suami Freya agar dijadikan tersangka pembunuhan anaknya sendiri. Namun nahas, Ravenna malah terjebak dalam cermin besar miliknya sendri.

Benar saja, hal tersebut kemudian membuat Freya marah. Ia dengan kalap membunuh suaminya sendiri. Pasca kejadian tersebut, Freya pergi ke utara untuk menenangkan diri dan membentuk kerajaan baru. Ia pun mulai melatih anak-anak dari penjuru negeri untuk dijadikan pasukan. Diantara kesekian pasukan, terdapat dua pasukan pilih tanding bernama Eric dan Sara yang juga kebetulan keduanya saling jatuh cinta.

Dengan kemampuan dapat membekukan musuh-musuhnya, Freya mulai membangun kekuatan mematikan. Ia kemudian mencoba membangkitkan kakaknya dari cermin ajaib. Dalam misi pengambilan cermin besar di istana Ravenna, Sara dan Eric mulai janggal dengan kepemimpinan Freya. Mereka mulai membelot dari Ratu Es tersebut.

Kisah cinta dua sejoli ini kemudian harus terhenti karena sebuah kejadian. Freya membuat sebuah ilusi benteng es yang membuat keduanya saling terpisah. Eric menyangka Sara telah mati, sedangkan Sara menganggap Eric telah meninggalkannya.

Setelah beberapa waktu terpisah, keduanya dipertemukan secara tidak sengaja dalam kesamaan misi. Sama-sama bermaksud menghindarkan cermin besar dari Freya. Namun sayang, upaya tersebut gagal karena Freya terlanjur mampu membangkitkan jiwa sang kakak. Kebangkitan ratu setanpun tak terelakkan.

Pertempuran antara Eric melawan Freya dan Ravenna pun tak terhindarkan. Pertarungan ini menjadi klimaks diakhir cerita dengan happy ending bersatunya Eric dan Sara.

Ulasan Film

The Huntsman: Winter War memberikan kesegaran baru dengan penambahan karakter tambahan macam Eric dan Sara. Namun, hal tersebut yang juga menjadi masalah dalam film ini. Kesan janggal dan annoying mau tidak mau meliputi cerita yang terlihat memaksakan diri. Dan penghilangan karakter snow white adalah sebab utamanya. Apalagi dalam beberapa scene dan dialog, nama snow white beberapa kali disebutkan tanpa sekalipun memperlihatkan wajah sang putri.

Untungnya, film ini diisi oleh jajaran artis papan atas Hollywood. Para pemeran film macam Charlize Theron, Chris Hemsworth, Jessica Chastain, dan Emily Blunt memberikan kualitas akting jempolan dalam film ini. Kolaborasi mereka berempat berpadu dalam peperangan besar nan menakjubkan.

Visualisasi film yang begitu banyak menggunakan CGI juga terasa istimewa. Tim spesial efek dibawah komando Dean Ford dengan pengalamannya mampu menyuguhkan suasana hening, dingin nan mematikan. Bahkan jika menyaksikan versi 2D saja, teknologi visualisasi terasa begitu nyata.

Pada akhirnya, film ini masih mengusung pertarungan antara yang baik dan buruk. Tapi, pertarungan baik-buruk terwakilkan tokoh anyar ala Eric dan Sara, bukan snow white sebagaimana terlanjur penonton mengetahuinya. Dan The Huntsman: Winter’s War adalah salah satu pilihan terbaik untuk mengisi libur akhir pekan bersama keluarga.

 

Sumber gambar: http://cinemags.id.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/wp-content/uploads/2016/04/Review-Film-The-Huntsman-Winter—s-War.jpg