Judul: Before Sunrise
Sutradara: Richard Linklater
Pemain: Ethan Hawke, Julie Delpy dan Andrea Eckert
Produksi: Castle Rock Entertainment
Rilis: 27 Januari 1995 (USA)

Tidak selamanya perselisihan berakhir begitu buruk. Ada romantika yang berserakan dan menunggu pemiliknya. Jesse, pemuda asal Amerika adalah contohnya. Kursi kosong di seberang ia duduk menjadi pilihan Celine, seorang mahasiswi La Sorbonne.

Di sebuah kereta yang sedang menuju Paris, keduanya dipertemukan oleh sepasang penumpang lain yang bersitegang. Karena kejadian itu, Celine terpaksa beranjak dari tempat duduknya. Dan secara kebetulan, kursi di seberang Jesse tidak ada yang menempati. Andai saja perselisihan itu tidak terjadi, mungkin jalan cerita akan berbeda. Celine akan tetap berada di tempat semula dengan bukunya. Begitu pula dengan Jesse.

Selanjutnya, Jesse dan Celine terlibat percakapan basa-basi. “Apakah kamu tahu apa yang mereka perselisihkan?” Tanya Jesse. Belum sempat Celine menjawab, “Apa kamu berbahasa Inggris? Tanya Jesse lagi. “Ya. Bahasa Jermanku payah.” Jawab Celine dengan mantap sembari mengangkat bahu dan menggelengkan kepala.

Celine memperlihatkan sampul buku saat Jesse menanyakan apa yang sedang dibacanya. Celine balik menanyakan hal yang sama. Jesse membalik bukunya dan menunjukkan cover bertajuk ‘All I Need is Love’ pada Celine. Keduanya lalu beranjak ke restoran untuk melanjutkan perbincangan mereka. Di sana, Jesse sempat menceritakan bahwa ia sudah berhari-hari di dalam kereta sejak berangkat dari Madrid. Sedangkan, alasan Celine berada di kereta itu adalah karena ia akan kembali ke Paris sepulang dari neneknya yang berada di Budapest.

Kereta tiba di Wina, tempat dimana Jesse harus turun dan menunggu pesawat yang akan membawanya pulang ke Amerika. Sebelum keduanya berpisah, Jesse meminta Celine untuk menemaninya menghabiskan malam terakhirnya di Wina. Celine agak sedikit gamang. Namun, berkat kegigihan Jesse, ia pun setuju untuk membatalkan perjalanannya ke Paris dan ikut menjelajah Wina bersama Jesse. Dari sinilah kisah cinta mereka berdua dimulai.

Sejauh kaki melangkah, keduanya saling bertukar ide dan pikiran dengan sesekali berdebat. Mulai dari turun kereta, naik bis, jalan-jalan di pemakaman, toko kaset (atau piringan lebih tepatnya), menikmati meriahnya pasar malam, hingga bertemu dengan seorang penyair di tepi danau. Sepanjang malam Jesse dan Celine melakukan hal-hal ‘gila’ untuk ukuran orang yang baru pertama kali saling kenal. Termasuk ‘menipu’ seorang bartender untuk mendapatkan sebotol anggur.

Film garapan sutradara Richard Linklater ini menghadirkan banyak momen ‘malu-malu kucing’. Lewat senyuman-senyuman kecil dari Jesse kepada Celine dan juga sebaliknya, kisah mereka berdua semacam visualisasi pengalaman setiap muda-mudi yang sedang dimabuk asmara. Salah satu yang menarik adalah kala keduanya saling memuji habis-habisan lewat permainan panggilan telepon. Cara yang tergolong unik pada zamannya (peristiwa terjadi sekitar tahun 1994).

Jesse yang diperankan oleh Ethan Hawke dan Celine diperankan oleh Julie Delpy menghadirkan akting jempolan. Dalam film ini, Jesse dan Celine mengajarkan bagaimana cara yang benar untuk mbribik mencairkan suasana dengan orang asing. Obrolan mereka tidak muluk-muluk. Seperti yang terlihat di awal, Jesse hanya mencoba berbicara dengan manis tanpa membuat Celine merasa terintimidasi. Sedangkan, Celine adalah sosok perempuan yang terbuka terhadap setiap apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya. Karena alasan ini pula rayuan Jesse sewaktu di dalam kereta tidak bertepuk sebelah tangan. Hal yang kemudian layak dijadikan referensi oleh kaum jomblo-jomblo lapuk.

Malam manis yang mereka lalui itu juga dipenuhi dengan kebimbangan masing-masing. Tentu terkait dengan keberlanjutan hubungan mereka. Hal ini karena esok pagi dua orang beda negara ini harus berpisah. Celine melanjutkan perjalanannya ke Paris untuk kembali belajar di Sorbonne. Sementara Jesse bertolak ke Amerika via penerbangan murah pada jam 09.30. Selingan percakapan mereka pun diwarnai ‘negosiasi’ buntu.

Sekali lagi, Jesse dan Celine adalah dua orang yang dipertemukan secara kebetulan. Dan di luar sana, ada banyak sekali kebetulan-kebetulan lain seperti yang dialami oleh Jesse dan Celine. Oleh karenanya, tidak ada salahnya untuk menyempatkan diri meniru menonton akting Ethan Hawke dan Julie Delpy di film lawas ini. Apalagi jika anda sekalian termasuk kaum anak rantau yang gemar menggunakan kendaraan umum setiap kali menuju atau dari kota asal ke kota perantauan. Dengan sedikit improvisasi, mempraktikkan kisah keduanya justru akan menambah kesan dalam perjalanan. Dan tentu saja sebagai obat jitu pengusir kebosanan. Bukan begitu?

Selamat mencoba, semoga seberuntung mereka.

 

Sumber gambar: http://2.bp.blogspot.com/-Kjt9ITkd3sU/VVHsgbzvbwI/AAAAAAAABi0/IsD2AWtIhu8/s1600/before%2525252525252Bsunrise.png

 

Oleh: Taufiq Ridho