Judul film : The Purge
Sutradara : James DeMonaco
Pemain : Ethan Hawke, Lena Heady, Max Burkholder
Produksi : Universal Pictures
Tahun : 2013

The Purge, berarti pembersihan. Dalam film tersebut terjadi di amerika serikat, momen tersebut diartikan sebagai hari pembalasan. Semua dendam yang tersimpan oleh masyrakat sekitar disimpan dan diluapkan dalam hari pembersihan. Peringatan hari pembersihan terjadi satu tahun sekali dengan durasi waktu 12 jam. Anehnya kegiatan yang dilakukan telah dilegalkan oleh pemerintah amerika, dan tidak ada kasus hukum bagi orang yang memeriahkan.

Mencuri, memperkosa dan membunuh, adalah kegiatan yang biasanya dilakukan oleh masyarakat sekitar. Hari pembersihan sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat miskin yang tidak memiliki dosa. Mereka hanya bisa diam dan akan menunggu kematian ketika sirine dibunyikan. Bagi orang miskin, yang disiapkan hanyalah alat pengamanan seadanya untuk membela diri ketika musuh akan masuk dalam rumahnya. Berbeda dengan mereka orang kaya atau pejabat pemerintah. Pengamanan yang disediakan sangat mewah, hal itu terlihat terdapat cctv yang terpasang disekitar halaman rumah. Sehingga dari dalam rumah bisa memantau apa yang terjadi disekitar rumahnya. Anggota keluarga juga dibekali alat pengamanan sendiri-sendiri jika kepala keluarga lali mengawasinya.

Peran pemerintah yang seharusnya bisa menetralisir keadaan yang terjadi disekitarnya, berbanding terbalik dengan hari pembersihan. Mereka malah sibuk dengan dirinya sendiri, dan lupa dengan apa yang sudah diembankan. Terlihat tidak ada layanan kesehatan yang memfasilitasi masyarakat yang terkena korban serangan dari lawannya. Sehingga dalam situasi apapun, masyarakat bertanggung jawab penuh dengan apa yang terjadi pada saat itu juga. Selain itu Sandin (Pemimpin Amerika) memanfaatkan momen tersebut sebagai lahan bisnis. Ia membuat bisnis sistem keamanan untuk melindungi rumah agar tidak bisa dibobol.

Adzab Sandin turun ketika ada korban yang mendekati rumahnya, dengan maksud agar aman dari serangan dengan bisa bersembunyi didalam rumahnya. Charlie (anak Sandin) berhati baik membantu korban agar bersembunyi dirumahnya. Hal ini menjadi mala petaka bagi keluarga sandin. Bukan hanya itu saja, pacar anaknya yang menjalankan cinta terlarang karena tidak setujui oleh ayahnya juga sudah berada dalam rumah. Dua orang luar berbeda tujuan ini membuat khawatir, sehingga terjadi baku tembak antara Zoey (pacar Charlie) dan Sandin. Zoey merasa terpukul ketika peluru menyasar didada pacarnya.

Teror tersebut tidak berhenti disitu. Rumahnya dikepung dengan musuh korban yang mengetahui jika incarannya bersembunyi dirumah mewah tersebut. Tak disangka pencari orang yang berhasil masuk dirumahnya adalah patner bisnisnya. Otomatis mengetahui cara untuk membobol keamanan rumah. Sehingga dia terancam, jika tidak bisa mengeluarkan target sasaran maka rumah mewah tersebut akan jebol. Sandin diberikan waktu untuk membawa orang yang berada dirumahnya, jika tidak nyawa keluarga Sandin ikut menjadi incaran.

Setelah terjadi pertikaian dalam rumah sandin, dengan cara mengepung target sasaran. Berhasilah Sandin mengikatnya. Namun, berkat rayuan Charlie yang akhirnya berhasil meluluhkan hati Sandin sehingga membiarkannya berada dalam rumah. Waktu diberikan sudah habis. Keluarga Sandin yang seharusnya tidak termasuk sasaran membuat rekan bisnisnya geram. Rumah Sandin akhirnya berhasil dijebol. Saling bantai terjadi. Darah-darah bercucuran akibat teror dan perlawanan dalam rumah. Satu persatu nyawa melayang.

Pemimpin dan Kepemimpinan

Kusutnya kondisi pemerintahan yang digambarkan dalam film ini adalah pemimpin yang tidak memiliki sifat kemanusian dan melenceng dari sosok pemimpin seutuhnya. Jika merujuk konsep kepemimpinan yang diutarakan oleh Cak Nun, seyogyanya, menjadi pemimpin tak ubahnya seperti cah angon (anak gembala). Konsep yang mendasarkan pada menjaga dan memelihara dengan penuh dedikasi dan kecintaan. Sehingga dapat melindungi semua rakyat dari berbagai kalangan. Dalam film ini, kurang terlihat kelebihan dari seorang Sandin ketika memimpin.

Kebijakan hari pembersihan tak ubahnya seperti buah simalakama. Meskipun keberadaan hari pembersihan dapat mencegah tindakan kriminal dan kasus hukum yang signifikan, Namun, kebijakan seperti ini tentu sangat mengkhawatirkan masyarakat lemah. Orang-orang lemah dengan kondisi seadanya hanya menunggu waktu untuk mati ketika ada orang lain yang menaruh dendam kepadanya. Sehingga rasa aman yang seharusnya diberikan seorang pemimpin menjadi nihil.

1 COMMENT