Judul: Fan
Sutradara: Maneesh Sharma
Pemain: Shahrukh Khan, Joelle Koissi, dan Mariola Jaworska
Produksi: Yash Raj Films
Rilis: 15 April 2016 (USA)

Pasca reuninya bersama Kajol dalam film Dilwale akhir tahun lalu, Shahrukh Khan kembali terlibat dalam proyek film berjudul Fan. Film dengan genre drama-thriller ini dirilis pada pertengahan April kemarin. Berbeda dengan beberapa film sebelumnya, film ini mengambil kronik narasi yang sedikit menyimpang dari kebiasaan film-film yang diperankan oleh King Khan.

Fan bercerita tentang kehidupan seorang penggemar dengan segala obsesinya untuk bertemu, meniru, dan menjadi idolanya. Dalam film ini, peranan King Khan mengingatkan pada film lamanya macam Anjaam atau Darr di tahun 90an. Jika Anda rindu dengan karakter “gila” sang maestro, Anda sudah seharusnya menjadi pihak paling menyesal jika tidak segera menontonnya.

Jalan Cerita

Gaurav Chandna adalah seorang pemuda lugu yang begitu mengidolakan Aryan Khanna. Dinding kamarnya dipenuhi dengan foto dan sticker sang bintang. Kesehariannya hanya dihabiskan untuk membicarakan Aryan. Saking menggilainya, ia bahkan menahbiskan dirinya sebagai Aryan Khanna Junior.

Gaurav Candna dan kecintannya pada Aryan Khanna
Gaurav dan kecintannya pada Aryan Khanna Via Amazonaws.com

Atas kegandrungannya tersebut, orang tuanya juga ikut-ikutan ketiban sampur segala informasi tentang Aryan. Mereka terpaksa hafal dengan semua hal seputar Aryan lewat Gaurav. Bahkan, oleh kekasihnya, Gaurav dianggap tidak memiliki cinta untuk seorang wanita. Karena satu-satunya orang yang Gaurav cintai adalah Aryan.

Pada saat perayaan akbar di Delhi, Gaurav selalu mengikuti kompetisi akting mirip dengan idola. Bermodal wajah yang mirip dan ngelontoknya segala hal tentang Aryan, ia mengikuti kompetisi tersebut. Benar saja, atas kemiripan dan kemampuannya menirukan sang bintang, ia berhasil men-sustainable-kan statusnya sebagai juara bertahan.

Uang hasil kemenangan tersebut ia kumpulkan untuk berangkat menemui sang idola. Atas izin kedua orang tuanya, ia akhirnya berangkat ke Mumbai. Ia kemudian masuk dalam kerumunan para penggemar yang menunggu di depan rumah sang bintang. Tepat ketika Aryan keluar untuk menyapa penggemar, kebahagiaan dan keharuan melanda semua penggemarnya, tak terkecuali Gaurav.

Tidak puas dengan hal tersebut, Gaurav mencoba melakukan hal di luar nalar agar bisa bertemu sang idola. Ia mengancam kompatriot Aryan untuk mencari sensasi agar dapat bertemu dengan Aryan. Benar saja, pasca insiden tersebut, ia dapat bertemu dengan Aryan. Meski dengan cara dan kondisi yang tiada pernah dalam angannya.

Sosok Gaurav Chandna via Thenational
Sosok Gaurav Chandna via Thenational

Pertemuan antara bintang dan penggemar tersebut terjadi dalam kamar penjara. Aryan marah pada Gaurav karena semakin memperuncing masalahnya dengan Sid Kapoor. Ia kemudian memperingatkan Gaurav agar tidak mengulangi perbuatan tersebut. Tidak hanya itu, ia juga menyuruh Gaurav pulang dan mengancamnya jika masih ngeyel bertemu Aryan. Pada adegan penjara tersebut terlihat bagaimana kualitas akting kelas wahid SRK yang sudah lama membias.

Tidak terima dengan perlakukan sang idola, Gaurav kemudian menjadi sosok bayangan kelam Aryan. Ia mulai melakukan sabotase dan perusakan nama sang bintang. Ia menebar teror dalam kehidupan Aryan. Mulai dari mengikuti tur Aryan ke seluruh penjuru dunia hingga merusak nama besar Aryan.

Aryan yang mulai merasa terancampun melakukan upaya pencarian. Ia mengerahkan segala daya dan kemampuan untuk menangkap fans gilanya tersebut. Hingga akhirnya, keduanya saling mengancam akan melukai orang-orang terdekatnya.

Pasca saling beradu pukul, film diakhiri dengan sebuah adegan dramatis ala SRK. Dua manusia mirip dengan status berbeda tersebut saling mencurahkan isi hatinya masing-masing. Aryan menjelaskan bahwa ia tidak bisa memberikan waktu untuk semua penggemarnya, meskipun sebenarnya ia menginginkan hal tersebut. Sedangkan, Gaurav dengan mantap mengatakan bahwa hidupnya adalah untuk sang idola. Ia bahkan rela memberikan nyawanya asal Aryan mau mengakui keberadaannya. Gaurav akhirnya mati setelah meloncat dari gedung tinggi meski sempat diselamatkan Aryan.

Ulasan Film Fan

Film Fan terasa spesial karena menghadirkan kembali karakter “ganas” ala SRK sebagaimana beberapa filmnya terdahulu. Eksplorasi dan eksploitasi kekuatan akting SRK begitu kuat di film ini. Apalagi SRK juga memainkan dua karakter berbeda. Tercatat terakhir kali SRK memerankan dua karakter berbeda adalah sekitar delapan tahun yang lalu di film Rabne Bana Di Jodi.

(Baca Juga: Resensi film Rabne Bana Di Jodi)

Naskah cerita tergolong bagus meski tidak bisa dikatakan sempurna. Satu jam awal jalan cerita terasa begitu riil nan nyata. Adegan mengharukan seputar penggemar dengan obsesinya untuk bertemu dan meniru sang idola begitu bagus diterjemahkan lewat karakter Gaurav. Namun, pasca insiden di penjara, jalan cerita seolah copy paste naskah film Darr. Beberapa adegan seperti Gaurav yang tiba-tiba mengetahui nomor handphone pribadi Aryan, menyusup ke pesta pernikahan yang dijaga ketat, dan menyamar sebagai Aryan untuk masuk ke rumah sang idola, adalah serangkaian apendiks kesan utopis dan seadanya pada naskah cerita.

Pujian setinggi langit layak disematkan pada tim spesial make up. Kerja keras yang dilakukan mampu merubah penampilan SRK yang sudah berkepala lima menjadi pemuda bengal umur 20an. Hal yang kemudian menjadi salah satu kekuatan film.

Tentang Hubungan Bintang dan Penggemar

Lebih jauh, film ini menceritakan betapa bergantungnya seorang bintang pada penggemarnya. Gaurav menerjemahkan dengan gamblang bagaimana posisi penggemar dapat merubah dan mempengaruhi nama dan kebintangan seseorang. Apapun yang dilakukan oleh seorang penggemar pada akhirnya akan berimbas pula pada nama seorang bintang. Jika seorang penggemar melakukan perbuatan negatif, maka nama bintangpun akan terseret negatif pula. Pun begitu sebaliknya.

Arti penggemar bagi Shahrukh Khan via Liputan6
Arti penggemar bagi Shahrukh Khan via Liputan6

Bukankah tanpa penggemar tiadalah seorang bintang?

Tentu saja.

SRK seperti menyadari betul hal tersebut. Secara tersurat, film ini seolah ditujukan sebagai ucapan terimakasih pada para penggemarnya. Keyakinan tersebut juga dapat dijumpai dari berbagai sambutannya ketika menerima penghargaan atau sedang konser, “Karena aku, dimanapun aku, di kedudukan aku, adalah karena penggemarku. Jika penggemarku tidak ada, maka aku tidak ada apa-apanya.”

 

Sumber gambar: http://imagesleloimages.com/wp-content/uploads/2016/03/fan-movie-hd-wallpapers.jpg