Beberapa pemuda berkumpul mengenakan baju biru berlogo singa meraung. Mengenakan syal biru yang melilit lehernya. Sampai-sampai ada yang pipi dan rambutnya dicat warna biru pula. Beberapa menabuh drum sambil menyanyi nyanyian kebanggannya. Mereka berbondong-bondong menuju stadion sepak bola manapun dikala tim kebanggaan mereka tampil. Tidak peduli luar pulau, bahkan batas negarapun diarungi demi sebuah kebanggaan. Bagi mereka ini adalah kisah tentang harga diri. Ialah Aremania, yang dalam satu nyanyiannya:

“Ku kan slalu ada, slalu bersama untuk kemenangan. Kami Arema.”

Arek Malang begitu kepanjangan istilah dari Arema. Sedangkan istilah ayas adalah bahasa keseharian warga Malang yang berarti “saya”. Arek diartikan dalam bahasa kehesarian Jawa memiliki arti identitas pemuda yang berada pada suatu wilayah. Jika digabungkan dengan Malang, maka arek Malang adalah identitas pemuda yang berasal dari Malang, Jawa Timur. Menjadi Aremania apabila identitas ini sedang mendukung tim kebanggannya disaat berlaga yakni tim sepak bola bernama Arema. Ayas Aremania berarti semakin menandaskan identitas diri sebagai pendukung tim Arema yang memiliki kecintaan, kesetiaan dan kasih sayang.  Hari ini Arema sedang merayakan ulang tahunnya ke-28 sejak kelahirannya pada 11 Agustus 1987.

Beberapa peluh mengucur dahi karena sengatan matahari. Waktu itu Arema sedang bertanding melawan salah satu klub sepak bola tanah air. Rencananya pluit kick off disebul pada pukul 19.30. Tapi sedari jarum jam masih menunjuk angka 16.00. Aremania telah memadati tribun biru Kanjuruhan, sektor tribun papan skor bahkan telah bernyanyi dan menari. Menambah riuh suasana. Namun bagi tim tamu dan pendukungnya ini adalah sambutan yang membikin rasa percaya diri hilang. Aremania tidak pernah peduli cuaca, mereka telah tahan dengan seberapa panas matahari, atau deras hujan. Karena bagi Aremania ini waktunya beraksi menunjukkan pada dunia bahwa Aremania adalah suporter fanatik dengan kreativitas tinggi.

Kini Aremania genap berusia 28 tahun dengan kondisi Liga Indonesia yang berhenti, dengan konflik yang semakin tewur (rumit). Aremania berharap jika kompetisi dapat segera dimulai, agar dapat kembali mengenakan kaos biru berlambang singa, yang mungkin kini berada pada tumpukan terbawah di rak baju. Juga dengan mengenakan kembali syal biru yang tak mungkin terlupakan.

Barangkali otoritas resmi sepak bola Indonesia harus belajar banyak pada Aremania. Tentang arti sebuah komitmen rasa cinta pada sepak bola. Bukan sekedar mengadu kepentingan politik belaka.

Sekali lagi, Ayas Aremania adalah kisah yang tak mengenal usia.

Selamat Ulang Tahun ke 28, Arema. Selamat mendewasa.

1 COMMENT