Hampir dua tahun, seluruh penikmat film dibuat berdebar. Histeria dan harap-harap cemas tersebut tidak lain ialah sesegera mungkin mendapat jawaban dari pertanyaan, “Mengapa Kattappa membunuh Baahubali?”

Akhir April, harapan tersebut akhirnya terjawab. Lewat sekuel kedua bertajuk Baahubali The Conclusion, S.S. Rajamouli akhirnya menyuguhkan kelanjutan perebutan kekuasaan antara Baahubali dan Bhallaladeva.

Bentrokan keduanya memang menjadi titik tumpu film ini. Sebagaimana di bagian pertama, Baahubali ialah sosok yang baik-yang merupakan pewaris sah tahta Kerajaan Mahishmati. Dan di akhir cerita sebelumnya pula, Baahubali sudah ditahbiskan oleh rakyat (juga penonton) untuk menyelamatkan dan merebut kerajaan dari tangan Bhallaladeva.

(Baca juga resensi film Baahubali The Beginning)

Baahubali The Conclusion bisa dikatakan cukup ramah bagi para penonton, terkhusus mereka yang belum sempat menyaksikan sekuel pertama. Hampir seperempat film awal, cerita berkutat pada review singkat script sebelumnya. Setelahnya, cerita langsung bergeser pada asal-muasal mengapa Kattappa membunuh Baahubali.

Amarendra Baahubali (Ayah Mahendra Baahubali) melalukan perjalanan untuk mengetahui permasalahan umatnya. Ia mendatangi putri Kuntala, Devasena (Anushka) yang kemudian membuatnya jatuh hati. Pucuk dicinta ulam pun tiba dan bak gayung bersambut, Devasena juga jatuh cinta kepadanya. Atas rasa cinta tersebut, dan lewat kelicikan Bhallaladeva, Baahubali dihadapkan pada kondisi untuk memilih tahta atau Devasena. Ia akhirnya memilih Devasena yang secara otomatis membuat Bhallaladeva dinobatkan sebagai Raja.

Tidak berhenti di situ, Bhallaladeva yang masih tidak terima dengan keputusan Baahubali membuat konspirasi licik bersama ayahnya, Bijjala Deva (Nasser). Hingga akhirnya, Baahubali terbunuh oleh Kattappa (Satya Raj) dalam sebuah pertarungan. Dari sinilah cerita Baahubali The Conclusion dimulai.

Atas cerita Kattappa, Mahendra Baahubali memutuskan untuk menghunus pedang melawan Bhallaladeva. Ia kemudian menyusun rencana untuk menggempur Kerajaan Mahishmati. Bersama kekasihnya, Avantika, ia mulai mengumpulkan pasukan untuk melawan kesewenang-wenangan Raja Bhallaladeva.

Pertempuran itupun terjadi. Pada scene ini, Anda boleh tercengang dengan efek CGI film yang ditampilkan. Meski sebenarnya di awal film juga sudah banyak efek tersebut digunakan. Dalam hal ini, Rajamouli pantas diberikan sanjungan atas suguhan tontonan yang epic nan menghibur.

Sebagaimana sequel pertama, romantisme bukanlah kekuatan utama film ini. Namun begitu, tak elok kiranya jika meninggalkan part drama cinta dan perebutan wanita pada semua film asal Hindustan.

Untuk kategori film yang diinvestasikan pada ritus, tradisi dan kepercayaan, Baahubali merupakan salah satu titik terang bagaimana orang India mengamini ketiga hal tersebut. Berulang kali penonton diberi tahu apa dan bagaimana arti dari Ksatria. Entah itu menggunakan dialog, script atau juga mimik wajah para pemerannya.

Pertanyaan awal “Mengapa Kattappa membunuh Baahubali?”-lah yang lantas mengakumulasi banyaknya keingintahuan akan kisah Baahubali The Conclusion. Meski tak semisterius sequel pertama, Rajamouli telah menyuguhkan film dengan klimaks fantastis nan layak ditonton banyak orang. Tidak salah kiranya jika film ini didapuk sebagai film termahal sepanjang sejarah perfilman India.

 

Judul : Baahubali (The Beginning)
Sutradara : S.S. Rajamouli
Pemain : Prabhas, Rana Daggubati, Anushka Shetty, Tamannah Bhatia
Produksi : Arka Mediaworks
Rilis : 28 April 2017 (USA)

 

 

Sumber gambar: https://i.ytimg.com/vi/spTA7LPKROo/maxresdefault.jpg