Judul : Faith (The Great Doctor)
Sutradara : Kim Jong Hak
Pemain : Lee Min Ho, Hee Seon Kim, Se Young Park, Yoo Oh Sung
Produksi : Seoul Broadcasting System
Tahun : 2012

Drama Korea (K-Drama) memang seperti tiada habisnya menyuguhkan cerita menarik kepada penonton. Lewat adegan dan cerita yang dipenuhi romansa cinta dengan balutan aktor dan aktris tampan menjadi salah satu pesona magis penikmatnya.

Faith (The Great Doctor) merupakan salah satu drama Korea yang mampu menyuguhkan tontonan menarik. Bercerita dengan latar belakang zaman dahulu pada masa Kerajaan Goryeo (sebelum akhirnya menjadi Korea). Alur maju mundur digarap penuh kejutan oleh sang sutradara.

Choi Young (Lee Min Ho) adalah jenderal Kerajaan sedang dalam misi mengawal Raja Goryeo baru sepulangnya dari Kerajaan Yuan (China). Di perjalanan, rombongan diserang oleh gerombolan penjahat yang berniat membunuh raja dan permaisuri. Raja berhasil diselamatkan, sedangkan permaisuri mengalami luka sayatan di leher. Tabib (dokter) kerajaan angkat tangan dalam penyembuhan sang permaisuri, ia tidak sanggup menyembuhkan permaisuri.

Lewat sebuah ritual khusus, raja akhirnya memerintahkan Choi Young untuk mencari dokter di masa depan. Choi Young langsung melaksanakan perintah raja, ia kemudian masuk ke dalam sebuah putaran cahaya raksasa. Setelah beberapa saat, ia menemukan bahwa dirinya sudah ada di tempat yang memiliki arsitektur dan setting tempat yang asing baginya. Meski masih bingung, ia kemudian berjalan cepat-cepat dan mencari seorang dokter hebat.

Akhirnya, ia tiba pada sebuah gedung besar pusat kesehatan medis di Seoul. Ia melihat seorang dokter bernama Yoo Eun-Soo (Kim Hee-Seon) sedang pidato di hadapan banyak orang. Dari hal tersebut, ia berpikir jika orang tersebut merupakan dokter hebat yang mampu menyembuhkan sang permaisuri. Setelah memberikan pidato, Choi Young kemudian meminta bantuan kepada sang dokter untuk menyembuhkan seseorang. Eun Soo menolak, tapi dengan sedikit paksaan dan ancaman dari Choi Young ia menerima permintaan tersebut.

Eun Soo yang masih bingung dengan gelagat Choi Young berusaha kabur. Tapi kekuatan genggaman Choi Young terlalu kuat untuk ia lepaskan. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam lingkaran waktu. Kebingungan Eun Soo bertambah, ia melihat banyak orang dengan pakaian kerajaan seperti di buku sejarah yang pernah dibacanya. Ia belum sadar jika ia berada di masa lalu, zaman sebelum adanya negara bernama Korea.

Cerita dan petualangan Eun Soo sebagai dokter dari langit di mulai. Ia mengalami banyak hal yang selama ini tidak pernah dibayangkan. Ia diangkat menjadi dokter kerajaan karena kemampuannya yang hebat. Ia juga terlibat kisah cinta yang rumit dengan Jenderal Cho Young.


Film Faith begitu kuat dalam pengambilan setting tempat dan cerita sejarah Korea. Tidak hanya seputar kisah cinta yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dari Drama Korea. Di Indonesia, sudah lama kiranya masyarakat tidak disuguhkan tontonan menarik mengenai cerita kolosal. Ada sih beberapa film seperti Kian Santang atau Naga Bongar. Tapi ya masak syutingnya di belakang rumah saja. Ahh, jadi kangen sama Tutur Tinular dan Angling Dharma.

Cerita yang disuguhkan film Faith memiliki banyak pesan kepada para penonton. Beberapa pesan dan kritik yang dapat diambil dari film Faith ialah ; Pertama, tugas bela negara yang menjadi keharusan bagi setiap masyarakat. Meski begitu, membela tanah air tidak melulu harus masuk ke dalam militer. Banyak cara dan metode untuk mengimplementasikan semangat nasionalisme dan cinta kepada tanah air. Bisa dengan pembelajaran di sekolah atau lebih banyak menyebarkan info yang mendidik. Media yang ada hendaknya tidak hanya memberikan informasi yang berkutat dengan hal-hal berbau politis yang hanya berorientasi kepentingan beberapa kelompok. Boleh jadi pemerintah kita harus menonton film ini agar tidak seenaknya sendiri dalam membuat kebijakan baru. Hei Pak Menteri Pertahanan, sampean sehat?

Kedua, mengusahakan kehidupan yang sehat merupakan kewajiban pemerintah. Di Film Faith, seorang dokter juga bertugas untuk menyembuhkan rakyat tanpa pamrih. Pemerintahan kerajaan tidak sepeserpun mewajibkan rakyat untuk membayar kompensasi. Mereka juga tidak diberikan iuran wajib hanya untuk menjaga kesehatan mereka. Lha di negara kita, coba tengok itu kebijakan bernama BPJS. Semua orang diwajibkan untuk membayar beberapa rupiah untuk kesehatan mereka, padahal tidak semua orang pasti sakitkan? Bagus sih konsep dan niatannya, tapi apa isi kebijakannya sudah tepat? Sudah sesuai dengan yang diperlukan masyarakat? Sudah sesuai dengan cara kerja tenaga kesehatan? Pendaftarannya aja rancu, apalagi pelayanannnya. Jelas amburadul toh.

1 COMMENT